Ilustrasi percobaan bunuh diri Ilustrasi percobaan bunuh diri (JIBI/Solopos.com//Dok)

Bagaimana Cara Atasi Tren Bunuh Diri Usia Muda?

Bunuh diri Gunungkidul perlu sebanyak-banyaknya dicegah

Solopos.com, GUNUNGKIDUL — Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus berupaya menekan angka bunuh diri yang masih tinggi. Terlebih meningkatnya tren anak usia muda untuk melakukan bunuh diri menjadi permasalahan yang harus segera diatasi.

Dalam diskusi yang berlangsung di ruang rapat satu Sekretariat Daerah Gunungkidul tersebut dihadiri sejumlah narasumber. Di antaranya dari Center for Public Mental Health Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), LSM Yayasan Inti Mata Jiwa (Imaji), dan Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi.

Menurut Dosen Psikologi UGM, Dianan Setiawati mengungkapkan, di Gunungkidul terdapat tren yang menghawatirkan karena sejumlah kasus bunuh diri dilakukan oleh usia muda.

“Harus  diantisipasi bersama, saat ini ada tren anak muda bunuh diri untuk mengatasi permasalahan,” kata dia, Jumat (4/8/2017).

Menyikapi hal tersebut memang tidak dapat dilakukan dengan instan. Yang bisa dilakukan adalah pencegahan dengan cara memberikan edukasi. Hal itu harus didapatkan seluruh lapisan masyarakat agar kasus bunuh diri dapat diantisipasi bersama.

Oleh sebab itu, pihaknya membagikan kuisioner yang berisi pertanyaan-pertanyaan untuk mengetahui orang dengan kecenderungan bunuh diri. Hal itu nantinya diharapkan akan menjadi panduan dalam upaya mencegah atau mengurangi angka bunuh diri.

“Tanda-tanda peringatan bunuh diri dapat didefinisikan sebagai indikasi paling awal untuk menunjukkan peningkatan resiko bunuh diri seseorang dimasa depan,” terangnya.

Tanda-tanda tersebut yang akan disosialisasikan kepada masyarakat luas agar menjadi perhatian. Dengan demikian masyarakat dapat memberikan pertolongan pertama kepada individu yang mempunyai ide untuk bunuh diri. Atau bagi mereka yang menunjukkan prilaku yang mengarah pada tindakan bunuh diri dapat diberikan bantuan.

lowongan pekerjaan
BPR SAMI MAKMUR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…