Ilustrasi uang tunai rupiah. (Rahmatullah/JIBI/Bisnis) Ilustrasi (JIBI/Bisnis/Dok)
Jumat, 4 Agustus 2017 19:20 WIB Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Ada Temuan Uang Palsu di ATM, Tingkat Kepercayaan Masyarakat pada Bank Turun

Temuan uang palsu di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) memicu penurunan tingkat kepercayaan masyarakat pada bank

Solopos.com, JOGJA-Temuan uang palsu di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) memicu penurunan tingkat kepercayaan masyarakat pada bank. Bank pun diminta untuk bertanggung jawab pada kinerjanya.

Uang palsu di ATM terjadi di Bantul, pekan lalu. Seorang nasabah Bank Mandiri yang baru saja menarik uang sebanyak Rp10 juta di ATM,  menemukan selembar uang pecahan Rp100.000 palsu.

Uang ditemukan palsu saat korban membawa uang tersebut ke Kantor BRI untuk dikirim ke rekening istrinya. Saat dilakukan pengecekan di mesin penghitung, uang palsu tersebut langsung sobek.

Probo Sukesi selaku Kepala Tim Pengelolaan Uang Rupiah dan Operasional Sistem Pembayaran Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) DIY mengatakan, Bank Mandiri harus bertanggung jawab dengan mengganti uang yang dinyatakan palsu tersebut. Bank harus menanggung keteledoran yang dibuatnya, tanpa melihat apakah kesalahan tersebut dilakukan pihak internal bank maupun pihak ketiga.

Probo mengakui, ada bank yang bekerja sama dengan pihak ketiga dalam hal pengisian uang di ATM. Kendati demikian, kinerja pihak ketiga tetap dalam kendali bank yang bersangkutan. “Kalau nakal, ada uang lusuh yang sudah harus ditarik dan disetorkan ke BI, ya kinerja bank yang terpengaruh,” katanya, Kamis (3/8/2017).

Ia sendiri sampai saat ini belum menerima laporan dari korban terkait penemuan uang palsu tersebut. Jika laporan sudah masuk, Bank Indonesia akan bersikap tegas dengan memberikan surat teguran dan pembinaan pada bank yang bersangkutan.

“Akan ada surat teguran dari kita [Bank Indonesia]. Kami selalu meminta ngecek, apakah uang kecampur, kecampur dengan emisi lama, kecampur dengan uang palsu, karena otomatis kinerja bank akan terganggu,” tuturnya.

Temuan uang palsu di ATM menurutnya menjadi kasus langka. Kasus ini bisa membuat tingkat kepercayaan masyarakat pada bank turun.

Selama ini, masyarakat menganggap uang di ATM asli. Hal ini dimukakan oleh salah satu nasabah Bank Mandiri, Bimo. Pria yang bekerja di bidang penyedia tiket transportasi di Jogja ini menganggap selama ini keaslian uang di ATM terjamin. “Ya kalau orang awam, berpikirnya [uang di ATM] pasti asli karena uang ATM yang mengeluarkan dari bank,” katanya.

lowongan pekerjaan
CV.ASR MEDIKA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…