Gunung Lawu (JIBI/Dok) Gunung Lawu (JIBI/Dok)
Jumat, 4 Agustus 2017 16:05 WIB Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

4 Pendaki Nekat Naik ke Gunung Lawu Tanpa Izin

Pendakian Lawu, 4 pendaki nekat naik gunung tanpa izin.

Solopos.com, KARANGANYAR — Empat orang nekat mendaki Gunung Lawu tanpa izin pada Rabu (2/8/2017) siang. Mereka naik ke Gunung Lawu melalui pos pendakian Cemoro Kandang pada Rabu pukul 12.00 WIB.

Empat orang itu kemudian turun melalui pos pendakian Cemoro Sewu pada Kamis (3/8/2017) pukul 17.00 WIB. Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, empat orang itu nekat naik ke Gunung Lawu tanpa melalui prosedur pendakian.

Ketua Sukarelawan Anak Gunung Lawu (AGL), Rudiyanto, membenarkan informasi itu. Menurut Rusdiyanto, sejumlah sukarelawan di pos pendakian Cemoro Kandang mengetahui kejadian itu saat rekan dari empat orang pendaki datang ke Cemoro Kandang.

“Teman yang jaga di pos didatangi lelaki. Dia mengaku empat orang temannya naik ke Lawu melalui Cemoro Kandang. Setelah dicek, tidak ada nama yang disebutkan orang itu di daftar pendaki. Berarti enggak mendaftar,” kata Rusdiyanto saat dihubungi, Jumat (4/8/2017).

Dia menduga empat orang itu naik ke Gunung Lawu tanpa sepengetahuan anggota sukarelawan AGL yang berjaga di pos pendakian. “Kalau niat naik seharusnya pendaki mendaftar ke petugas. Kalau saat itu petugas enggak ada, seharusnya pendaki menunggu. Itu kan demi keselamatan pendaki. Kami harap pendaki menaati prosedur,” ujar dia.

Dia menambahkan empat pendaki tersebut selamat dan turun di Cemoro Sewu.

Pendaki yang hendak menjajal trak di Gunung Lawu harus mendaftarkan diri ke petugas di pos pendakian. Pendaki membayar uang retribusi Rp15.000 per orang apabila ingin mendaki hingga puncak, Rp10.000 apabila ingin menginap di camping ground, dan Rp7.500 apabila ingin berfoto di sekitar jalur pendakian.

Retribusi Rp15.000 apabila ingin mendaki hingga puncak itu sudah termasuk asuransi. “Setelah administrasi selesai, kami berikan penjelasan singkat tentang perlengkapan yang harus dibawa, kondisi kesehatan, dan lain-lain. Tetapi kadang ada juga yang iseng. Awalnya bilang hanya ingin lihat-lihat lalu ternyata mendaki,” tutur dia.

lowongan pekerjaan
PT SAKA JAYA ENGGAL CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…