Ritual potong rambut Gimbal jadi atraksi menarik dalam Dieng Culture Festival. (JIBI/Antara) Ritual potong rambut Gimbal jadi atraksi menarik dalam Dieng Culture Festival. (JIBI/Antara)
Kamis, 3 Agustus 2017 02:00 WIB JIBI/Solopos/Newswire Peristiwa Share :

Yuk! ke Dieng 4 Agustus 2017 Ada Aneka Show

Dieng Culture Festival (DCF) digelar 4-6 Agustus

Solopos.com,WONOSOBO—Kabar gembira bagi Anda yang ingin melancong ke dataran tinggi Dieng. Pastikan Anda sekeluarga datang antara Jumat-Minggu (4-6/8/2017) karena disana akan digelar Dieng Culture Festival  2017 (DCF).

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dieng Pandawa, Alif Fauzi, mengatakan persiapan DCF 2017 sudah 95%. “Sudah 95 persen menjelang hari pelaksanaan DCF akhir pekan ini,” kata Alif di Wonosobo, Jawa Tengah, seperti ditulis Kantor Berita Antara, Rabu (2/8/2017).

Panitia saat ini mempersiapkan berbagai keperluan acara budaya. Beberapa agenda untuk wisatawan DCF telah dipersiapkan adalah pertunjukan jaz di atas awan dan wisata matahari terbit di Dieng. Terdapat juga agenda berkeliling situs Candi Arjuna, Kawah Sikidang dan Telaga Warna. Tidak kalah meriah ada kegiatan lainnya seperti festival lampion, pertunjukan musik, ritual pencukuran rambut anak gembel, dan lainnya.

Dia mengatakan terkait festival lampion pihaknya sudah berkoordinasi dengan PT Angkasa Pura sehingga kegiatan menerbangkan lampu khas tersebut tidak mengganggu lalu lintas penerbangan. Menurut dia, lampion yang nanti diterbangkan memiliki daya jelajah 100-200 meter di atas permukaan tanah sehingga tidak mencapai jalur penerbangan pesawat.

DCF merupakan kegiatan tahunan di Dataran Tinggi Dieng yang terletak di Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara, Jawa Tengah. Tiket untuk kegiatan tersebut sebanyak 3.500 paket saat ini sudah ludes terjual. Pada penyelenggaraan tahun lalu sekitar 100.000 wisatawan dari dalam dan luar negeri hadir di festival budaya tersebut.

 

PT BPR RESTU KLATEN MAKMUR, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Kepada H.B. Jassin

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (31/7/2017). Esai ini karya Hanputro Widyono, editor buku Jassin yang Kemarin (2017) dan  berstatus mahasiswa di Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah hanputrowidyono@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Jassin…