Hendi memberikan sambutan di acara peluncuran Semarang Creative Gallery di kawasan Kota Lama, Kota Semarang, Jateng, Selasa (1/8/2017). (Instagram-@hendrarprihadi) Hendi memberikan sambutan di acara peluncuran Semarang Creative Gallery di kawasan Kota Lama, Kota Semarang, Jateng, Selasa (1/8/2017). (Instagram-@hendrarprihadi)
Kamis, 3 Agustus 2017 18:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

Wali Kota Semarang Disangka Presenter Benteng Takeshi

Wali Kota Hendrar Prihadi mengaku disangka sebagai presenter Benteng Takeshi saat ke Kota Lama Semarang.

Solopos.com, SEMARANG – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menghadiri acara peluncuran Semarang Creative Gallery di kawasan Kota Lama, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Selasa (1/8/2017). Hendi—sapaan akrab Hendrar Prihadi—yang datang dengan mengenakan pakaian bergaya kuno mengaku sempat dikira sebagai presenter acara televisi Benteng Takeshi.

Pengakuan itu disampaikan sang wali kota melalui akun Instagramnya, @hendrarprihadi. “Hari ini di Kota Lama Semarang – dari rumah niatnya gaya tempo dulu – di jalan dikira pemburu Afrika – begitu sampai dikira pembawa acara Benteng Takeshi #AhSudahlah,” tulis Hendi dengan menyertakan foto dirinya saat memberikan sambutan di acara tersebut.

Anggapan itu pun juga ramai disampaikan warganet yang mengetahui penampilan Hendi saat hadir di acara peluncuran Semarang Creative Gallery. “Tak kirain pembawa acara Benteng Takeshi pak,” ungkap pengguna akun Instagram @hahananto.

“Kayak mc nya Benteng Takeshi pak,” tulis pengguna akun Instagram @zyxezko17.

Berebeda dengan sang wali kota, saat hadir di acara yang sama, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu alias Mbak Ita justru mendapatkan pujian. Melalui akun Instagramnya, @mbakitasmg, Mbak Ita mengunggah foto dirinya yaang terlihat mengenakan pakaian seperti noni Belanda. Pujian pun ramai dilontarkan warganet kepada Mbak Ita. “Mbak @mbakitasmg cantiknya. Rambut curly,” ungkap pengguna akun Instagram @ichaichadidinding.

“Cantiknya bunda @mbakitasmg kayak noni zaman [kolonial] Belanda. Ramah kepada rakyat kecil luar biasa saya bangga Semarang makin maju,” papar pengguna akun Instagram @sintasylviana_.

Terlepas dari komentar warganet mengenai penampilan wali kota dan wakil wali kota Semarang itu, dijelaskan di laman resmi milik Pemerintah Kota Semarang (Pemkot), Semarang Creative Gallery di Kota Lama adalah sebuah galeri yang akan menampilkan produk dari para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Semarang.

Acara tersebut memang berlangsung dengan suasana seperti zaman kolonial Belanda. Maka tak heran jika wali kota dan wakil walin kota Semarang tampil dengan kostum yang cukup unik. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

ADMINISTRASI PERKANTORAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Perlindungan Kearifan Lokal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (2/8/2017). Esai ini karya Tundjung W. Sutirto, dosen di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan peminat tema-tema kebudayaan. Alamat e-mail penulis adalah tundjungsutirto@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Menurut UU No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan…