Taman Satwa Taru Jurug (Dok/Solopos)
Kamis, 3 Agustus 2017 17:35 WIB Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos Solo Share :

Pindah ke TSTJ, THR Sriwedari Ganti Nama Jadi THR Bengawan Solo

THR Sriwedari akan berubah nama jadi THR Bengawan Solo setelah pindah ke TSTJ.

Solopos.com, SOLO — Pengelola Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari berharap bisa segera mengikuti PT Cikal Bintang Bangsa membangun kerja sama dengan Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) memanfaatkan sebagian lahan di TSTJ sebagai tempat baru bagi THR Sriwedari.

Direktur PT Semarang Arsana Rekreasi Trusta (Smart), Sinyo Sujarkasi, bahkan sudah mempersiapkan nama baru bagi THR Sriwedari setelah beroperasi di TSTJ nanti. Namanya akan menjadi THR Bengawan Solo.

Namun, perusahaan pengelola taman hiburan ini masih harus menyelesaikan urusan administrasi pembentukan perusahaan baru dalam bentuk perseroan terbatas (PT) yang saat ini masih diproses di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

“Kami masih menunggu terbitnya badan hukum untuk PT baru kami. Ini kan yang dikehendaki Pak Wali [Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo] agar ada PT baru. Untuk nama PT-nya nanti kalau sudah resmi baru kami tahu, nama PT-nya juga tetap ada unsur Bengawan Solo,” papar Sinyo saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Kamis (3/8/2017).

Dia berharap badan hukum PT baru itu bisa terbit pekan depan sehingga sebelum 17 Agustus Sinyo berharap sudah bisa membuat MoU dengan TSTJ. “Kami bertiga [THR, PT Cikal, dan TSTJ] sudah sering mengobrolkan masalah ini. Harapannya nanti bisa sinergi. Setidaknya wacana-wacana teknis seperti masalah sinergi pintu masuk ke dua wahana ini pernah kami bicarakan,” tutur dia.

Menurut Sinyo, sedikit demi sedikit bagian dari THR Sriwedari kini mulai dibongkar. Pembongkaran dimulai dari bagian paling belakang.

“Satu per satu wahana permainan dari yang di belakang ke depan nanti kami lepas dan terakhir 30 November kami pastikan THR Sriwedari sudah tutup. Terakhir yang akan kami bongkar adalah panggung.”

Setelah dipastikan tutup, manajemen THR Sriewdari mengagendakan kirab boyongan ke TSTJ pada 2 Desember. “Kalau PT Cikal mau launching 25 Desember, kami rencananya 31 Desember.”

Konsep THR Bengawan Solo tak akan jauh berbeda dengan THR Sriwedari. Namun, dari 12 wahana permainan yang saat ini ada di Sriwedari hanya tujuh yang akan ditempatkan di TSTJ.

“Nanti ada dua wahana baru dan kami rencanakan ada spot-spot untuk swafoto di pinggir sungai, memperbaiki Taman Gesang, dan membangun museum Koes Plus. Kebetulan kami mendapat dukungan dari komunitas pencinta musik baik Koes Plus, tembang kenangan, dan dangdut.”

Terkait kerja sama dengan TSTJ, Sinyo memilih sistem sewa 20 tahun. “Namun seperti kami sampaikan awal, kami belum MoU, semoga bisa segera.”

Dirut TSTJ, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso, menyampaikan meskipun sudah ada investor masuk dan akan mengelola lahan seluas 1,5 hektare di TSTJ, TSTJ masih terbuka terhadap pihak-pihak yang ingin bekerja sama, termasuk dengan THR Sriwedari.

Bimo menyebut TSTJ pernah membahas sinergi antara area kebun binatang dengan wahana rekreasi yang akan dikembangkan PT Cikal dan THR Sriwedari. “Ya pernah, hanya sampai saat ini THR Sriwedari belum menyampaikan desain final.”

THR Sriwedari awalnya diwacanakan menempati area seluas 1,5 hektare di TSTJ. Namun, luas lahan itu akan dibahas lagi jika THR Sriwedari sudah menyampaikan desain final.

Direktur PT Cikal Bintang Bangsa, Agung Riyadi, menyampaikan meski akan menempati area yang berbeda, PT Cikal siap bersinergi dengan THR Sriwedari. “Namun bentuk sinerginya mau seperti apa, belum kami bahas lagi secara detail.”

PT Cikal akan mengembangkan wahana wisata malam berupa taman lampion di TSTJ. Areanya seluas 10.000 meter persegi. “Konsepnya hampir sama dengan taman lampion di Monumen Jogja Kembali tapi ada banyak wahana baru,” tutur dia.

Proyek di TSTJ akan dimulai pekan depan dengan merenovasi danau dan membuat kandang orang utan. Setelah itu membangun restoran dan kafe serta air mancur dan wahana pendukung lainnya.

 

lowongan pekerjaan
PT. SO GOOD FOOD, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…