Ilustrasi pilkada serentak Jawa Tengah 2018. (JIBI/Semarangpos.com/Dok.) Ilustrasi pilkada serentak Jawa Tengah 2018. (JIBI/Semarangpos.com/Dok.)
Kamis, 3 Agustus 2017 23:21 WIB Ponco Suseno/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

PILKADA KARANGANYAR
Pengamat Sebut Peluang Juliyatmono Menang Sangat Besar, Ini Alasannya

Pilkada Karanganyar, peluang Juliyatnomo untuk menjabat bupati periode kedua sangat besar.

Solopos.com, KARANGANYAR — Pengamat politik dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Agus Riewanto, memprediksi peluang Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Karanganyar, Juliyatmono, memenangi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 sangat besar.

Hal itu menyusul belum adanya tokoh politik di Bumi Intanpari yang dapat menyaingi kepopuleran Juliyatmono. Hal itu disampaikan Agus Riewanto saat dihubungi Solopos.com, Kamis (3/8/2017).

Juliyatmono yang saat ini menjalani masa jabatan periode pertama Bupati Karanganyar dinilai memiliki jiwa petarung. Hal itu dibuktikan dengan keikutsertaan Juliyatmono di beberapa pilkada Bumi Intanpari.

“Juliyatmono pernah bertarung di pilkada tiga kali. Makanya yang bersangkutan tergolong sudah tahan banting. Saya melihat belum ada tokoh lokal yang mampu menandinginya. Peluang Juliyatmono [menang] di Pilkada 2018 sangat besar,” kata Agus Riewanto.

Menyinggung lawan Juliyatmono terutama dari PDIP Karanganyar, Agus Riewanto mengatakan tokoh dari partai banteng moncong putih itu belum cukup mampu menyaingi kepopuleran Juliyatmono. Sebagaimana diketahui, ada empat kader internal PDIP yang mengembalikan berkas pendaftaran calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) di DPC PDIP Karanganyar, Rabu (2/8/2017). (Baca juga: Pendaftaran Cabup-Cawabup PDIP Ditutup, Tak Ada Nama Paryono)

Mereka yakni Sekretaris DPC PDIP Karanganyar Sri Harjono, Wakil Ketua Pemenangan Pemilu DPC PDIP Karanganyar Joko Pramono, Wakil Ketua Bidang Pengembangan Ekonomi DPC PDIP Karanganyar Rober Christanto, Ketua Bidang Seni dan Budaya DPC PDIP Karanganyar Sulardiyanto.

“Di Karanganyar ini memang agak unik. Mesin politik yang kuat dipegang PDIP [dengan 14 kursi di DPRD], tapi PDIP sempat kecolongan dengan tidak meraih kemenangan di Pilkada 2013. Waktu itu, PDIP yang mengusung Paryono sebagai cabup belum mampu meraih kemenangan. Saya pikir, peluang PDIP di Pilkada 2018 masih 50:50. Kalau bisa, PDIP Karanganyar mengimpor tokoh politik dari luar Karanganyar. Ini penting untuk menyaingi ketokohan Juliyatmono,” katanya.

Ketua DPC PDIP Karanganyar, Endang Muryani, mengatakan partainya saat ini memiliki waktu satu pekan untuk memverifikasi berkas pendaftaran yang diajukan empat kader internal. Hasil verifikasi akan dikirim ke DPD PDIP Jateng.

“Penjaringan di DPC PDIP Karanganyar diikuti empat orang. Pendaftaran juga bisa dilakukan di DPD dan DPP. Yang jelas, siapa pun nanti yang akan memperoleh rekomendasi dari ketua umum [Megawati Soekarnoputri], kami siap mendukung dan meraih kemenangan,” katanya.

Sebelumnya, Juliyatmono, enggan memberikan komentar secara detail terkait persiapannya menghadapi Pilkada 2018. Wakil Bupati Karanganyar sekaligus pasangan Juliyatmono, Rohadi Widodo, saat ditanya peluangnya mendampingi Juliyatmono di Pilkada 2018, juga enggan berkomentar. “Soal pilkada lain waktu saja,” katanya.

 

lowongan pekerjaan
CV.ASR MEDIKA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…