Peternak memberikan garam kualitas rendah sebagai salah satu bahan campuran suplemen bagi sapi-sapi potong miliknya di peternakan di Bawen, Kabupaten Semarang, Jateng, Rabu (2/8/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra) Peternak memberikan garam kualitas rendah sebagai salah satu bahan campuran suplemen bagi sapi-sapi potong miliknya di peternakan di Bawen, Kabupaten Semarang, Jateng, Rabu (2/8/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)
Kamis, 3 Agustus 2017 05:50 WIB JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra Feature Share :

FOTO PETERNAKAN SEMARANG
Sapi Konsumsi Garam Kualitas Rendah

Peternakan Semarangpa pakai garam kualitas rendah.

Melonjaknya harga garam berakibat langsung pada peternakan sapi di Jawa Tengah. Peternak di salah satu peternakan di Bawen, Kabupaten Semarang, Jateng, Rabu (2/8/2017), memberikan garam kualitas rendah sebagai salah satu bahan campuran suplemen bagi sapi-sapi potong miliknya. Melonjaknya harga garam berkualitas rendah dari Rp500 per kilogram menjadi Rp5.000 per kilogram selama sebulan terakhir berdampak pada semakin tingginya biaya pakan ternak setempat.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Bank Panin, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Sejarah ”Pahitnya” Garam Nusantara

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (1/8/2017). Esai ini karya M. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Gonjang-ganjing garam dalam beberapa pekan terakhir masih terasa. Pepatah ”bagai…