Biro wisata mancanegara dan dalam negeri melihat proses pembuata jamu di pabrik jamu Sabdo Palon, Nguter, Sukoharjo, Kamis (3/8/2017). (Danur Lambang Pristiandaru/JIBI/Solopos)  Biro wisata mancanegara dan dalam negeri melihat proses pembuata jamu di pabrik jamu Sabdo Palon, Nguter, Sukoharjo, Kamis (3/8/2017). (Danur Lambang Pristiandaru/JIBI/Solopos) 
Kamis, 3 Agustus 2017 12:35 WIB Danur Lambang Pristiandaru/JIBI/Solopos Ekonomi Share :

Pengelola Biro Wisata Mancanegara Jajal Jamu di Nguter Sukoharjo

Fam Trip gathering 17 mengajak pengelola biro wisata mancanegara menjajal jamu.

Solopos.com, SUKOHARJO — Sejumlah pengelola biro wisata mancanegara terkesima saat mengunjungi pabrik jamu Sabdo Palon, Nguter, Kabupaten Sukoharjo, dalam serangkaian acara Fam Trip Gathering (FTG) 17, Kamis (3/8/2017).

Dalam kunjungan tersebut, mereka diajak berkeliling pabrik untuk melihat proses pembuatan dan pengepakan jamu. Selain itu mereka juga diajak mencicipi jamu seperti beras kencur, gula asem, jamu untuk pegal linu, dan lain-lain.

Selanjutnya, mereka diajak berbelanja jamu di Pasar Nguter. Managing Director Naneeya Trans and Tour Thailand, Denis, mengaku menjajal minum jamu kuat di pabrik jamu Sabdo Palon. Dia juga berbelanja dua pak obat kuat sebagai sampel di Pasar Nguter.

“Tadi mencoba jamu di pabrik rasanya enak. Enggak pahit. Badannya terasa langsung bugar,” kata dia saat berbincang dengan solopos.com di Pasar Jamu Nguter, Kamis.

Menurutnya, berwisata ke pabrik jamu tersebut layak untuk dijual sebagai paket wisata untuk wisatawan berumur 40 tahun ke atas. “Kalau wisatawan umur 40 ke atas itu uangnya ada, waktunya ada, tapi tenaganya enggak ada. Jadi cocok sekali untuk wisatawan berumur 40 tahun ke atas,” sambung dia.

General Manager Gerbang Jaya JD Travel and Tours Malaysia, Jay Ahmad, mencicipi jamu kuat di pabrik jamu Sabdo Palon. “Baru pertama kali ini saya merasakan jamu. Rasanya cukup enak,” kata dia.

Setelah ini, mereka akan diajak menikmati wisata pedesaan di Kampung Wisata Baki, Sukoharjo dan diajak untuk menjajal memberi makan bebek. Selanjutnya, mereka diajak ke Candi Sukuh sekaligus menginap di Hotel Indah Palace Tawangmangu.

Hotel Dinasty, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Sejarah ”Pahitnya” Garam Nusantara

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (1/8/2017). Esai ini karya M. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Gonjang-ganjing garam dalam beberapa pekan terakhir masih terasa. Pepatah ”bagai…