Kegiatan belajar mengajar di SMPN 2 Baturetno, Wonogiri, Kamis (2/8/2017). (Ahmad Wakid/JIBI/Solopos) Kegiatan belajar mengajar di SMPN 2 Baturetno, Wonogiri, Kamis (2/8/2017). (Ahmad Wakid/JIBI/Solopos)
Kamis, 3 Agustus 2017 09:35 WIB Ahmad Wakid/JIBI/Solopos Boyolali Share :

PENDIDIKAN WONOGIRI
Guru SMPN 2 Baturetno Punya Cara Unik Dorong Siswanya Belajar

Pendidikan Wonogiri, guru SMPN 2 Baturetno memiliki cara unik untuk mendorong siswanya belajar.

Solopos.com, WONOGIRI — Para guru di SMPN 2 Baturetno, Wonogiri, memiliki cara unik untuk mendorong siswanya rajin belajar. Mereka rela terjun ke pelosok desa mengunjungi para siswa di rumah masing-masing di luar jam sekolah.

Kepala SMPN 2 Baturetno, Parman Hanief, mengatakan pendampingan yang dilakukan para guru itu sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap publik. Selain itu, melalui program pendampingan ke rumah siswa itu diharapkan para guru sebagai perwakilan sekolah bisa mendekatkan diri dengan masyarakat.

“Sampai ada ungkapan di masyarakat kepada anak, kalau tidak mau belajar nanti didatangi guru,” katanya kepada Solopos.com, Rabu (2/8/2017).

Parman menilai berkat program itu lima siswa SMPN 2 Baturetno meraih nilai 100 pada UN 2017. Jumlah tersebut merupakan yang terbanyak dibanding SMP lain di Baturetno pada tahun ini.

Namun, Parman menegaskan prioritas utama SMPN 2 Baturetno adalah membentuk karakter para siswa. “Pendidikan karakter yang kami tanamkan kepada siswa menjadi perhatian utama kami. Salah satunya dengan membiasakan bersalaman dengan para guru setiap pagi di gerbang sekolah,” imbuhnya.

Sementara Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 2 Baturetno, Cundoko, menambahkan sekolah juga memberikan uang apresiasi kepada siswa yang meraih nilai tertinggi pada UN 2017. Perinciannya, siswa peraih nilai tertinggi pertama mendapat uang Rp1 juta, peraih nilai tertinggi kedua mendapat Rp750.000, dan peraih nilai tertinggi ketiga mendapat Rp500.000.

Cundoko membeberkan minat masyarakat Baturetno dan sekitarnya meningkat drastis pada tahun ajaran 2017/2018 ini. Jumlah kuota siswa yang diterima SMPN 2 Baturetno hanya 192 siswa baru, namun yang mendaftar mencapai 298 siswa. “Kami terpaksa menolak hampir 106 siswa,” ujarnya.

CV.TIGA SELARAS BERSAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Sejarah ”Pahitnya” Garam Nusantara

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (1/8/2017). Esai ini karya M. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Gonjang-ganjing garam dalam beberapa pekan terakhir masih terasa. Pepatah ”bagai…