Sebuah alat berat dioperasikan untuk membongkar tangga khusus difabel di Pasar Argosari, Kecamatan Wonosari. Rabu (2/8/2017) (Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja) Sebuah alat berat dioperasikan untuk membongkar tangga khusus difabel di Pasar Argosari, Kecamatan Wonosari. Rabu (2/8/2017) (Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 3 Agustus 2017 13:55 WIB Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

PASAR TRADISIONAL GUNUNGKIDUL
Argosari Direnovasi, Lift Belum Berfungsi Tahun Ini

Pasar tradisional Gunungkidul direnovasi

Solopos.com, GUNUNGKIDUL — Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gunungkidul mulai melakukan renovasi Pasar Argosari. Dua tangga yang semula diperuntukkan khusus untuk difabel kini sudah dijebrol dan akan diganti lift.

Kepala Bidang Pengelolaan Pasar, Disperindag Gunungkidul, Sulatif mengatakan tahun ini renovasi Pasar Argosari dimulai dengan meruntuhkan dua tangga khusus difabel. Kemudian dibangun tempat untuk pemasangan dua lift sebagai peganti tangga. “Tahap pertama ini akan dikerjakan empat bulan dengan biaya Rp460 juta,” kata dia, Rabu (2/8/2017).

Setelah pembuatan tempat untuk pemasangan lift rampung, baru tahun depan akan dianggarkan kembali untuk pengadaan lift. Sehingga untuk operasional lift dipastikan belum dapat difungsikan pada tahun ini.

Keterbatasan anggaran membuat renovasi pasar tradisional tersbut harus dilakukan secara bertahap. Setelah lift selesai dipasang, rencananya di bagian lantai dua pasar tersebut akan dibenani. Sejumlah los khusus untuk kuliner akan dibangun dengan tujuan pasar dapat lebih ramai.

“Tahun depan akan kami anggarkan pembelian lift dan juga renovasi lantai dua untuk ditambahkan los kuliner supaya lebih ramai. Saat ini yang sudah dimulai adalah pembongkaran tangga khusus difabel,” jelas Sulatif.

Lurah Pasar Argosari, Joko Santoso mengatakan, sejak dilakukan renovasi besar-besaran pada 2004 lalu memang belum ada renovasi lagi. Terlebih adanya dua tangga khusus untuk para difabel dinilai kurang efektif sehingga perlu benahi.

“Selama ini memang tangga khusus difabel tidak berfungsi secara efektif. Saya tidak pernah melihat tangga tersebut dimanfaatkan. Selain karena terlalu curam, tangga itu juga menganggu wajah Pasar Argosari menjadi tidak bersih,” ungkapnya.

Oleh sebeb itu kemudian pihaknya mengusulkan agar dilakukan perbaikan untuk diganti tangga biasa agar lebih efektif.  Namun kemudian pihak Disperindag justru memilih memasang lift supaya lebih efektif dan tetap dapat dimanfaatkan bagi difabel.

Lift yang akan dipasang di dua sisi tengah pasar bagain depan tersebut kapasitasnya 10 sampai 12 orang. “Wajah Pasar Argosari selama ini memang kurang cantik. Oleh sebab itu, renovasi yang sedang berjalan diharapkan dapat semakin meningkatkan fungsi pelayanan pasar sebagai lokasi transaksi jual beli,” kata Joko.

lowongan pekerjaan
CV MUTIARA BERLIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…