Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja  (Badmintonindonesia.org) Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja (Badmintonindonesia.org)
Kamis, 3 Agustus 2017 20:01 WIB Ahmad Baihaqi/JIBI/Solopos.com Raket Share :

NEW ZEALAND OPEN 2017
Edi/Gloria dan Ronald/Annisa Bentrok di Perempatfinal

New Zealand Open 2017 diwarnai dengan Indonesia yang memastikan satu tempat di semifinal nomor ganda campuran.

Solopos.com, WELLINGTON – Dua pasangan ganda campuran Indonesia akan bentrok di babak perempatfinal New Zealand Open Grand Prix Gold 2017. Kedua pasangan itu adalah Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja dan Ronald Alexander/Annisa Saufika

Edi/Gloria melewati babak kedua dengan menundukkan pasangan Tiongkok, Chen Sihang/Xia Yuting, dalam dua game langsung, 21-14, 21-10. Sedangkan Ronald/Annisa yang menang mudah atas wakil Australia, Simon Wing Hang Leung/Tiffany Ho, dengan skor 21-7, 21-6.

“Pasangan Tiongkok yang menjadi lawan kami sepertinya belum terlalu matang seperti pemain-pemain seniornya. Jadi tadi kami tidak terlalu kerepotan mengalahkan mereka,” kata Gloria seperti dikutip dari Badmintonindonesia.org, Kamis (3/8/2017).

Edi/Gloria kini tengah berusaha untuk kembali menata penampilan mereka di lapangan. Keduanya ingin kembali tampil solid seperti dua tahun silam ketika mereka naik podium juara di ajang Macau Open Grand Prix Gold 2015.

“Puji Tuhan hingga saat ini penampilan kami sudah ada perkembangan, jauh dari sebelumnya. Tinggal bagaimana kami bisa konsisten terus,” ujar Gloria.

Duel Edi/Gloria dan Ronald/Annisa di babak perempatfinal New Zealand Open 2017 ini akan berlangsung, Jumat (4/8/2017). Hal ini membuat Indonesia dipastikan punya satu wakil di semifinal. Menanggapi laga perempatfinal yang merupakan perang saudara, Gloria berharap ia dan Edi bisa menampilkan yang terbaik.

“Ketemu teman sendiri, ya biasa saja sih. Walaupun teman tetapi kalau sudah ketemu di lapangan, tetap lawan,” pungkas Gloria.

Sementara itu, pasangan Riky Widianto/Richi Puspita Dili juga lolos ke babak perempatfinal usai menundukkan wakil Malaysia, Chan Peng Soon/Cheah Yee See, dengan pertarungan rubber game, 12-21, 21-15, 21-19.

Hotel Dinasty, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Perlindungan Kearifan Lokal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (2/8/2017). Esai ini karya Tundjung W. Sutirto, dosen di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan peminat tema-tema kebudayaan. Alamat e-mail penulis adalah tundjungsutirto@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Menurut UU No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan…