Pemain depan Persis Solo, Rudiyana (kanan) melakukan selebrasi seusai mencetak gol ke gawang Sragen United dalam kompetisi Liga 2 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (30/7). (JIBI/Solopos/M. Ferri Setiawan)
Kamis, 3 Agustus 2017 08:30 WIB Chrisna Chanis Cara/JIBI/Solopos Indonesia Share :

LIGA 2
Persis Solo Vs Persiba: Saatnya Kembalikan Mental Juara

Liga 2 diwarnai dengan Persis Solo yang akan menghadapi Persiba Bantul.

Solopos.com, SOLO – Menjelang laga Persis Solo melawan Sragen United, Minggu (30/7/2017) lalu, tim pelatih Persis melakukan hal yang tak biasa. Pelatih Widyantoro, Asisten Pelatih Albert Rudiana hingga Pelatih Kiper I Komang Putra berdiri berjajar dekat lorong pemain di Stadion Manahan.

Ketika M. Wahyu dkk. muncul di lapangan dengan seragam kebesaran merah-merah, mereka langsung bertepuk tangan keras pada anak asuhnya. “Ayo semangat semangat!,” ujar Widyantoro yang saat itu mengenakan jersey training bermotif batik.

Ya, saat itu tim pelatih Persis memang mati-matian memompa moral anak asuhnya yang anjlok menyusul deretan sanksi PSSI. Sempat menjadi penguasa klasemen Grup 4 Liga 2 di awal musim, sanksi pengurangan tiga poin dan kalah walk out 0-3 dari PSIR Rembang membuat Laskar Sambernyawa terlempar ke posisi tiga. Meski kelihatannya lumayan, posisi itu tak bisa dibanggakan karena Persis terancam mengikuti playoff degradasi jika terus berada di peringkat tersebut.

“Saat itu mental anak-anak kena, saya sempat khawatir sekali. Untung saja mereka bisa mengakhiri laga dengan kemenangan [waktu itu Persis menang 2-1],” ujar Wiwid, sapaan akrab Widyantoro, saat berbincang dengan wartawan di Rumah Makan Adem Ayem, Rabu (2/8/2017).

Pekan ini Persis berpeluang mengembalikan moral positif saat menghadapi juru kunci Persiba Bantul di Stadion Manahan, Kamis (3/8/2017) pukul 15.00 WIB. Laskar Sultan Agung, julukan Persiba, sejauh ini belum mampu bangkit di kompetisi Liga 2. Mereka bahkan belum pernah meraih satu pun kemenangan dari sembilan laga.

Johan Manaji dkk. bahkan harus menelan tiga kekalahan dari lima laga terbaru yang membuat Pelatih Purwanto lengser. Namun Wiwid sama sekali enggan meremehkan Persiba. Eks Pelatih PSS Sleman ini menyebut tim tamu berpotensi mengejutkan lantaran ditangani pelatih baru, Hidayat. Kekuatan Laskar Sultan Agung juga bertambah menyusul hadirnya lima pemain anyar di tengah musim.

Di pertemuan pertama pun Persis hanya mampu berbagi angka 1-1 meski dominan menguasai pertandingan. “Saya enggak tahu kekuatan mereka sekarang. Yang jelas Persiba banyak perubahan. Itu perlu diwaspadai,” tutur Wiwid.

Rekor pertemuan kedua tim pun lebih condong memihak Laskar Sultan Agung. Laskar Sambernyawa gagal menang di tiga laga terakhir melawan Persiba Bantul. Persis bahkan pernah dirontokkan Persiba 0-5 di Stadion Sultan Agung. Namun itu terjadi tujuh tahun lalu saat Persiba masih diperkuat pemain macam Slamet Nurcahyo dan Ezequiel Gonzalez.

Dengan pelatih dan sejumlah pemain baru, Persiba rawan didikte tuan rumah yang moralnya tengah meningkat. “Mental pemain berangsur-angsur pulih. Semoga bisa kembali menemukan permainan terbaik [saat lawan Persiba],” ucap Wiwid.

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…