Pemain Persis melakukan latihan di stadion Sriwedari, Solo, Jumat (9/6/2017). (JIBI/SOLOPOS/ Sunaryo Haryo Bayu) Pemain Persis melakukan latihan di stadion Sriwedari, Solo, Jumat (9/6/2017). (JIBI/SOLOPOS/ Sunaryo Haryo Bayu)
Kamis, 3 Agustus 2017 10:00 WIB Chrisna Chanis Cara/JIBI/Solopos Indonesia Share :

LIGA 2
Persis Solo Vs Persiba Harus Steril Penonton

Liga 2 akan menyajikan duel Persis Solo kontra Persiba Bantul.

Solopos.com, SOLO – Persis Solo akan menjamu Persiba Bantul dalam lanjutan kompetisi Liga 2, Kamis (3/8/2017). Laga ini akan digelar tanpa penonton menyusul hukuman yang didapat oleh tim berjuluk Laskar Sambernyawa itu.

Larangan bertanding tanpa penonton itu sebenarnya sudah dijalani Persis saat menghadapi Sragen United, pekan lalu. Namun saat itu, pendukung Pasoepati tetap berada di luar stadion untuk mendukung Persis. Hal itu diharapkan tidak terjadi lagi saat melawan Persiba nanti.

Kepolisian menginginkan adanya tanpa penonton di seluruh kawasan Stadion Manahan demi keamanan. Hal itu pula yang membuat surat izin keamanan sempat tertunda. Namun kini, Sekjen Persis Solo, Langgeng Jatmiko, memastikan laga Persis kontra Persiba Bantul tetap digelar sesuai jadwal.

Namun demi pertimbangan pengamanan dan keperluan siaran langsung televisi, laga dimajukan dari Kamis malam menjadi Kamis sore WIB. Langgeng menambahkan kawasan Stadion Manahan juga wajib steril dari penonton dan suporter kedua tim. Hal tersebut sesuai kesepakatan manajemen, kepolisian, panpel serta suporter dalam pertemuan Rabu siang.

“Kami minta semua pihak menghormati keputusan ini. Untuk suporter, kami arahkan agar menggelar nonton bareng di wilayah masing-masing,” ujar Langgeng.

Pihaknya menyebut akan ada perwakilan Pasoepati dan kepolisian yang berjaga-jaga di wilayah stadion. Hal itu untuk memastikan kawasan stadion benar-benar steril dari suporter.

Seperti diketahui, Persis tengah mendapat hukuman dari PSSI akibat kerusuhan suporter saat melawan PSIR Rembang, beberapa waktu lalu. Persis mendapat hukuman berlapis yakni denda Rp100 juta, pengurangan tiga poin, kalah WO 0-3 dari PSIR, serta bermain tanpa dukungan suporter.

CV. HARAPAN MULIA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Sejarah ”Pahitnya” Garam Nusantara

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (1/8/2017). Esai ini karya M. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Gonjang-ganjing garam dalam beberapa pekan terakhir masih terasa. Pepatah ”bagai…