Pemain Persis Solo, Tri Handoko Putro (kedua dari kanan), berhasil lolos dari kepungan pemain Persiba Bantul saat pertandingan Liga 2 di Stadion Manahan, Solo, Kamis (3/8/2017). (JIBI/Solopos/M. Ferri Setiawan) Pemain Persis Solo, Tri Handoko Putro (kedua dari kanan), berhasil lolos dari kepungan pemain Persiba Bantul saat pertandingan Liga 2 di Stadion Manahan, Solo, Kamis (3/8/2017). (JIBI/Solopos/M. Ferri Setiawan)
Kamis, 3 Agustus 2017 22:25 WIB Chrisna Chanis Cara/JIBI/Solopos Indonesia Share :

LIGA 2
Persis Bikin Kans Persiba Kian Tipis

Liga 2 diwarnai dengan kemenangan Persis Solo atas Persiba Bantul.

Solopos.com, SOLO — Persiba Bantul hadir ke Stadion Manahan melawan Persis Solo, Kamis (3/8/2017), dengan harapan meraih kemenangan perdana di Liga 2. Kehadiran Hidayat sebagai pelatih baru digadang-gadang memberi keberuntungan pada Laskar Sultan Agung.

Namun malang tak dapat ditolak. Persiba kembali keok sehingga makin terperosok di jurang degradasi. Johan Manaji dkk. belum bisa lepas dari posisi juru kunci klasemen Grup 4 dengan hanya meraih empat poin dari 10 laga. Mereka terpaut tujuh poin dari Persipur Purwodadi di posisi empat, peringkat aman dari degradasi otomatis ke Liga 3.

Dengan menyisakan empat pertandingan, peluang Laskar Sultan Agung bisa dibilang sangat tipis untuk bertahan di kasta kedua kompetisi Indonesia. Terlebih mereka masih harus meladeni pemuncak klasemen, PSIS Semarang, di pekan terakhir.

Terjepitnya posisi Persiba bukannya tak disadari Asisten Pelatih, Sambudiana. Saat jumpa pers seusai timnya dibekuk Persis 0-1, dia tak menampik peluang Persiba bertahan di Liga 2 hampir mustahil.

Bersama Persipon Pontianak, Persiba bahkan belum meraih satu kemenangan pun di musim ini. Hal itu membuat fans Persiba sempat melancarkan protes pada tim dan manajemen beberapa waktu lalu. “Peluang sangat tipis. Butuh keajaiban untuk bertahan,” ujar Sambudiana.

Persiba memang hanya bisa berharap kompetitornya di papan bawah seperti Persipon, PPSM Magelang dan Sragen United terpeleset sehingga bisa menyodok ke lima besar. Laskar Sultan Agung bahkan bisa bertahan dengan bertengger di posisi empat andai bisa menyapu bersih empat laga sisa, sedangkan Persipur hanya mengoleksi empat poin di lima laga sisa.

Pertandingan kandang melawan Sragen United dan Persipur Purwodadi menjadi laga yang logis untuk mereguk poin. “Namun melihat kompetisi yang tinggal menyisakan empat laga, kami sepertinya harus realistis,” kata dia.

Sambudiana pun membuka kemungkinan menampilkan pemain muda yang jarang tampil di pertandingan sisa. Persiba sebenarnya juga punya sejumlah pemain baru yang didatangkan di tengah musim. Dia berharap pemain anyar tersebut bisa diturunkan saat melawan Sragen United di Stadion Sultan Agung, Kamis (10/8/2017).

“Sebenarnya kami berharap pemain-pemain baru sudah bisa tampil saat melawan Persis. Cuma sayangnya mereka belum disahkan oleh operator kompetisi,” ujar Sambudiana.

Bank Panin, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Sejarah ”Pahitnya” Garam Nusantara

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (1/8/2017). Esai ini karya M. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Gonjang-ganjing garam dalam beberapa pekan terakhir masih terasa. Pepatah ”bagai…