Ketua Panitia Peringatan Serangan Umum 4 Hari Kota Solo, Dian Esti Nurati (kanan) bersama eks pejuang Djoko Ramelan (tengah) dan esk Tentara Pelajar, Soejoso, memberi keterangan rencana kegiatan peringatan Serangan Umum 4 Hari di Gedung Ganeca, Jl. Monginsidi, Banjarsari, Solo, Selasa (1/8/2017) siang. (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos) Ketua Panitia Peringatan Serangan Umum 4 Hari Kota Solo, Dian Esti Nurati (kanan) bersama eks pejuang Djoko Ramelan (tengah) dan esk Tentara Pelajar, Soejoso, memberi keterangan rencana kegiatan peringatan Serangan Umum 4 Hari di Gedung Ganeca, Jl. Monginsidi, Banjarsari, Solo, Selasa (1/8/2017) siang. (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos)
Kamis, 3 Agustus 2017 01:00 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos Solo Share :

Kota Solo Didorong Jadi Kota Perjuangan

Solo sangat layak mendapat predikak Kota Perjuangan karena banyak peristiwa sejarah perjuangan bangsa terjadi di Solo.

Solopos.com, SOLO — Generasi Penerus Eks Pejuang Tentara Pelajar di Solo mendorong terwujudnya Kota Solo sebagai Kota Perjuangan. Ketua Panitia Peringatan Serangan Umum 4 Hari Kota Solo, Dian Esti Nurati, mengatakan upaya awal yang dilakukan yaitu dengan menggelar sarasehan “Menggali Nilai Perjuangan Tentara Pelajar untuk Menumbuhkan Jiwa Patriot Generasi Muda” di Kampus Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Solo, Selasa (8/8/2017).

Dian mengatakan Generasi Penerus Eks Pejuang Tentara Pelajar akan melakukan berbagai diskusi dan kajian lanjutan guna mendukung realisasi pencanangan Kota Solo sebagai Kota Perjuangan. Dian berharap pemerintah bisa menyandangkan status Kota Perjuangan kepada Solo. Dian menilai Solo sangat layak mendapat predikat tersebut karena banyak peristiwa sejarah perjuangan bangsa terjadi di Kota Bengawan.

“Pencanangan Kota Perjuangan ini diperlukan untuk lebih menggugah masyarakat dalam mempelajari sejarah dan menjaga semangat patriotisme, kepeloporan dan kemandirian para pejuang. Dengan begitu, masyarakat akan lebih siap untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan, yakni membangun masyarakat adil dan makmur, mandiri, berdaulat, dan berbudaya demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia sesuai Pancasila dan UUD 1945,” kata Dian saat jumpa pers di Gedung Ganeca, Jl. Monginsidi, Banjarsari, Solo, Selasa (1/8/2017).

Dian menjelaskan sasaran utama peserta sarasehan adalah pelajar dan mahasiswa di Kota Bengawan. Dia berharap kalangan generasi muda bisa lebih memahami peristiwa sejarah Serangan Umum 4 Hari yang berlangsung pada 7-10 Agustus 1949. “Kami meyakini, dengan menyampaikan pemahaman kepada masyarakat khususnya para generasi muda, semangat patriotisme, kepeloporan dan kemandirian para pejuang bisa meresap pada diri mereka masing-masing. Semangat itu perlu terus dikobarkan untuk menumbuhkan sikap yang baik untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan,” kata Dian.

Dian menuturkan penyelenggaraan acara peringatan Serangan Umum 4 Hari pada tahun ini didukung Pemerintah Kota (Pemkot) Solo. Kegiatan-kegiatan yang diadakan dalam rangka memperingati Serangan Umum 4 Hari masuk ke dalam acara tambahan perayaan HUT ke-72 Republik Indonesia (RI) yang diselenggarakan Pemkot Solo. Selain sarasehan, panitia akan mengadakan upacara peringatan Serangan Umum 4 Hari di halaman Balai Kota Solo, Senin (7/8/2017) mulai pukul 07.30 WIB. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bhakti.

“Pada malam harinya, kami akan mengadakan temu kangen eks tentara pelajar dan Generasi Penerus di Pendapi Gede Balai Kota Solo. Baru pada esok harinya akan digelar sarasehan dengan menghadirkan dua pembicara, yakni Djoko Ramelan selaku pelaku pejuang dan Bagus Sekar Alam yang merupakan dosen Fakultas Ilmu Budaya UNS [Universitas Sebelas Maret] Solo. Sarasehan akan diadakan di UTP yang menjadi monumen hidup dari Tentara Pelajar,” jelas Dian.

Pejuang Serangan Umum 4 Hari, Djoko Ramelan, mengatakan pada peringatan Serangan Umum 4 Hari pada tahun ini, para mantan pejuang dan tentara pelajar rencananya juga mengunjungi Desa Wonosido, Sragen. Dia menceritakan desa itu dahulu menjadi tempat berkumpul pejuang untuk menyusun serangan. Dari desa itulah ide untuk melakukan Serangan Umum 4 Hari dikobarkan. Mereka yang melakukan serangan bergabung dalam Detasemen II Brigade 17 Surakarta yang dimpimpin Mayor Achmadi.

lowongan pekerjaan
BPR SAMI MAKMUR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…