Anugerah Adipura untuk Kota Semarang. (Instagram-@hendrarprihadi) Anugerah Adipura untuk Kota Semarang. (Instagram-@hendrarprihadi)
Kamis, 3 Agustus 2017 22:54 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

Kota Semarang Raih Adipura Lagi

Kota Semarang kembali meraih penghargaan Adipura dari dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Solopos.com, SEMARANG — Kota Semarang kembali meraih penghargaan Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) atas keberhasilan mengelola kebersihan dan lingkungan perkotaan. “Kota Semarang telah menerima penghargaan ini [Adipura] selama enam kali berturut-turut sejak 2012,” ungkap Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Sekretariat Daerah Kota Semarang Achyani di Semarang, Kamis (3/8/2017).

Penghargaan Adipura diserahkan oleh Menteri KLHK Siti Nurbaya Bakar kepada Pemerintah Kota Semarang yang diwakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup Semarang Gunawan Saptogiri di Jakarta, Rabu (2/8/2017). Menurut dia, Kota Semarang telah memenuhi standar dari sejumlah indikator penilaian, mulai kebersihan, penghijauan, termasuk ketersediaan ruang terbuka hijau (RTH) yng memadai di sejumlah fasilitas umum.

Selama dua tahun kepemimpinan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, kata dia, wajah Kota Semarang terus mengalami perubahan dan pembenahan ke arah yang positif, khususnya penambahan RTH. “Lahan-lahan tidur yang semula pasif ditata menjadi taman kota, pembenahan taman-taman yang rusak, serta penghijauan dengan berbagai pepohonan yang ditanam di fasilitas-fasilitas umum,” katanya.

Mulai permukiman warga, kata dia, perkantoran, pertokoan, pasar tradisional, sekolah, pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), rumah sakit (RS), hingga terminal bus tak luput dari penghijauan. “Trotoar di jalan-jalan protokol juga tak luput dari penataan, seperti di Jl. Veteran, Jl. Imam Bonjol, Jl. Pemuda, kawasan Simpang Lima, hingga kawasan Kota Lama Semarang,” katanya.

Di berbagai ruas trotoar yang ditata, kini bahkan menjadi lokasi favorit bagi anak-anak muda untuk berswafoto atau selfie yang membuktikan penataannya memang lebih indah. Meski demikian, Achyani mengakui capaian Adipura itu merupakan hasil kerja keras bersama Pemkot Semarang, Wali Kota Semarang, bersama masyarakat yang ikut menjaga kebersihan dan keindahan kotanya.

Selain itu, ia mengatakan penghargaan Adipura itu juga tidak lepas dari inovasi Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi yang berhasil mengubah kawasan kumuh menjadi indah dan revitalisasi pasar tradisional. “Salah satunya adalah Kampung Pelangi. Lingkungan yang semula kumuh di Kelurahan Wonosari bisa disulap menjadi berwarna-warni indah yang ternyata viral hingga mancanegara,” pungkasnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

CV. HARAPAN MULIA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Perlindungan Kearifan Lokal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (2/8/2017). Esai ini karya Tundjung W. Sutirto, dosen di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan peminat tema-tema kebudayaan. Alamat e-mail penulis adalah tundjungsutirto@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Menurut UU No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan…