Pria asal Sukoharjo yang ingin berjalan kaki menuju Jakarta melintas di dekat Rawa Permai, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Jateng, Selasa (1/8/2017) sore. (Facebook.com-Heri Byrd) Pria asal Sukoharjo yang ingin berjalan kaki menuju Jakarta melintas di dekat Rawa Permai, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Jateng, Selasa (1/8/2017) sore. (Facebook.com-Heri Byrd)
Kamis, 3 Agustus 2017 11:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

KISAH UNIK
Lintasi Salatiga, Pria Pejalan Kaki Sukoharjo-Jakarta Picu Pro Kontra

Kisah unik mengenai pria asal Kabupaten Sukoharjo yang hendak ke DKI Jakarta dengan berjalan kaki memicu kontroversi di antara warganet.

Solopos.com, SALATIGA – Seorang pria asal Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng) yang ingin menuju Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta dengan berjalan kaki melintas di kawasan Tingkir, Kota Salatiga, Selasa (1/8/2017) sekitar pukul 08.30 WIB. Hadirnya pria dengan kisah unik di Kota Salatiga itu lantas memicu komentar pro dan kontra dari warganet.

Kisah unik tersebut kali pertama dlibagikan pengguna akun Facebook Thedy Fajar di grup Facebook Boyolali Kota (Boykot), Senin (31/7/2017), dengan mengunggah foto pria asal Sukoharjo itu. Pada keterangan foto, ia menjelaskan pria tersebut hendak ke Jakarta demi bisa berjumpa dengan Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Dari foto yang diunggah itu terlihat seorang pria berjalan kaki dengan membawa bendera merah-putih. “Mau pas nek Ampel ketemu bapak-bapak jalan kaki pakek atribut bendera Merah Putih, terus tak tanya katane dari Sukoharjo mau ke Jakarta jalan kaki pengen ketemu Bapak Presiden. #Indonesia Merdeka #72Tahun #17 Agustus 1945,” tulis pengguna akun Facebook Thedy Fajar.

Kiriman itu lantas ramai dikomentari warganet di grup Facebook Kabar Salatiga setelah dibagikan oleh pengguna akun Muhammad Chollil. Sementara itu, pengguna akun Facebook Iwandt Iblis Surga mengabarkan pria tersebut telah tiba di kawasan Tingkir Kota Salatiga, Selasa (1/8/2017) pagi. “Aku mau weroh nek cedak jb pos tingkir. Skitr jm setengah 9 [Tadi saya melihatnya di dekat pos polisi di Tingkir sekitar pukul 08.30 WIB],” tulis pengguna akun Facebook Iwandt Iblis Surga.

Kiriman itu lantas menuai komentar pro dan kontra dari warganet di grup Facebook Kabar Salatiga. Menurut sebagian netizen, pria asal Sukoharjo itu hanya ingin mencari perhatian publik dengan kisah uniknya berjalan kaki menuju Jakarta. “Cari sensasi,” tulis pengguna akun Facebook Oase Ardani.

“Zaman makin ga manusiawi akibatnya manusianya selalu cari cara yang makin lama makin jauh dari kewajaran buat cari perhatian ke manusia lainnya,” ungkap pengguna akun Facebook Esti Zakia Widodo.

Meski demikian, sebagian netizen lainnya justru mendukung aksi jalan kaki ke Jakarta yang dijalani pria asal Sukarjo tersebut. Mereka berpendapat pria itu bukan hanya ingin bertemu dengan Jokowi, namun juga ingin merayakan HUT RI dengan berjalan kaki ke Jakarta membawa bendera merah-putih yang hendak dikibarkannya tepat pada Hari Kemerdekaan.

Iki bendero rencana arep di kibarke nk istana merdeka pas 17an lur. Semangat dhe [Itu benderanya hendak dikibarkan di Istana Merdeka pada HUT RI 17 Agustus. Semangat],” ungkap pengguna akun Facebook Ang Enge Bonbin.

“Semangat 45. Semoga keinginan terkabul bisa segera bertemu bapak presiden,” tulis pengguna akun Facebook Arie Anto.

Terlepas dari pro dan kontra itu, sebagian netizen mendoakan perjalanan pria yang hadir dengan kisah uniknya itu lancar tanpa ada halangan yang berarti. Hingga Selasa (1/8/2017) sore, sebagian warganet mengabarkan pria asal Sukoharjo yang ingin berjalan kaki menuju Jakarta itu sudah tiba di dekat objek wisata Rawa Permai, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

ADMINISTRASI PERKANTORAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Sejarah ”Pahitnya” Garam Nusantara

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (1/8/2017). Esai ini karya M. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Gonjang-ganjing garam dalam beberapa pekan terakhir masih terasa. Pepatah ”bagai…