Park Mak Rye (Thejapannews.com) Park Mak Rye (Thejapannews.com)
Kamis, 3 Agustus 2017 12:30 WIB Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com Issue Share :

KISAH UNIK
Iseng Nge-vlog, Nenek Gaul Ini Sukses Jadi Model

Kisah unik kali ini tentang nenek gaul yang sukses jadi model hanya karena iseng nge-vlog.

Solopos.com, SOLO – Usia tua bukan penghalang bagi seseorang yang ingin berkarya. Hal itu agaknya sangat pas untuk menggambarkan nenek berusia 70 tahun asal Korea Selatan, Park Mak Rye. Siapa sangka, berawal dari iseng, ia sukses menjadi beauty vlogger hits di Youtube.

Pada mulanya, Park Mak Rye mengunggah aktivitas sehari-harinya lewat vlog di Youtube. Tak hanya itu saja, ia juga mengunggah video liburan dan tutorial makeup. Siapa sangka, video itu diminati warganet dan membuat channel Youtube-nya, Nma’s Diary, memiliki lebih dari 277.000 pelanggan.

Park Mak Rye sengaja merekam berbagai kegiatan yang dilakukannya untuk mengurangi risiko dimensia. Sebab, berdasarkan hasil pemeriksaan, ia mengidap kelainan otak. Ia pun diminta lebih aktif bergerak agar penyakitnya tak bertambah parah.

Berawal dari iseng, lama-kelamaan video dari Park Mak Rye pun sering dinanti warganet. Tingkah kocaknya selalu membuat mereka penasaran. Bahkan, berkat video unik itu ia ditawari menjadi model majalah wanita. Hal itu membuatnya amat senang. Ia tak pernah menyangka semua keisengannya berbuah manis.

“Sebenarnya aku hanya iseng. Aku sama sekali tak pernah menyangka akan jadi seperti ini. Ini semua berkat video yang diunggah cucuku. Awalnya aku sama sekali tak mengerti. Tapi, lama-kelamaan aku rasa ini sangat menyenangkan dan melanjutkannya,” tutur Park Mak Rye seperti dikutip Solopos.com dari The Japan News, Rabu (2/8/2017).

Video Park Mak Rye saat berkunjung ke dokter gigi dengan dandanan menor menjadi yang paling populer. Video itu telah ditonton lebih dari 1,8 juta kali. Popularitasnya kian meningkat seusai menggelar demo makeup pada 16 Juli 2017 lalu.

“Aku pikir hidupku akan berakhir dengan buruk. Tapi, ternyata kini semuanya berubah menjadi lebih baik. Terima kasih untuk kalian semua yang membuat hidupku lebih berwarna,” sambung dia.

ADMINISTRASI PERKANTORAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Sejarah ”Pahitnya” Garam Nusantara

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (1/8/2017). Esai ini karya M. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Gonjang-ganjing garam dalam beberapa pekan terakhir masih terasa. Pepatah ”bagai…