Ah Tenane Jon Koplo Solopos 22 Juli 2017 (JIBI/Solopos) Ah Tenane Jon Koplo Solopos 22 Juli 2017 (JIBI/Solopos)
Kamis, 3 Agustus 2017 08:00 WIB Ah Tenane Share :

KISAH LUCU
Ah Tenane Jon Koplo: Ketemu Mantan

Kisah lucu Ah Tenane Jon Koplo kali ini kiriman Adnan Jadi Al-Islam, warga Srebegan RT 006/RW 003, Srebegan Ceper, Klaten.

Solopos.com, SOLO — Minggu pagi adalah jadwal Jon Koplo mengantar emaknya, Lady Cempluk, kulakan sayur ke Pasar Senggol, Klaten. Sebenarnya Koplo masih letih karena semalam dia tugas ronda. Namun Koplo tidak tega bila emaknya belanja sendirian. Akhirnya, dengan sedikit terpaksa Koplo tetap mengantar emaknya.

Sesampai di lokasi, Koplo tidak turun dari motor. Dia memilih menunggu di luar saja, sekalian istirahat, “Mak, saya tunggu di sini saja ya, biar tidak usah bayar parkir,” Koplo beralasan. Melihat anaknya yang masih nampak lelah, Cempluk pun tak bisa memaksa.

“Ya sudah, Le. Mak’e tinggal dulu,” Cempluk pun mulai berkeliling meninggalkan Koplo.

Baru beberapa detik emaknya berlalu, Koplo pun mulai liyer-liyer saking ngantuk-nya. Ia pun tertidur di atas motor.
Sejurus kemudian, seorang gadis cantik yang bernama Gendhuk Nicole datang menghampiri motornya yang berada di sebelah Koplo.

Dia lingak-linguk mencari tukang parkir mau mbayar, namun tak juga ketemu. Karena yang paling dekat hanyalah Koplo, maka ia pun membangunkan Koplo.

“Mas, bangun, Mas!” Koplo pun terbangun. Dan mak jegagik! Mereka berdua kaget. Nicole baru sadar bahwa pria di hadapannya itu adalah Jon Koplo, mantannya yang sangat ia benci.

“Nicole… Aku…” Ucapan Koplo terpotong. Nicole yang terlanjur mangkel pun langsung menampar wajah Koplo. Koplo mengaduh, “Aku salah apa?” Koplo membela diri.

Okeh!” jawab Nicole ketus. Nicole pun segera mengambil motornya dan langsung tancap gas meninggalkan Koplo. Koplo hanya terdiam sambil mengelus pipinya… “Nasib-nasib, wis kesel-kesel rondha, isih tak peksa ngeterke simak, malah entuk kampleng… Haduuuh.

Bank Panin, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Sejarah ”Pahitnya” Garam Nusantara

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (1/8/2017). Esai ini karya M. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Gonjang-ganjing garam dalam beberapa pekan terakhir masih terasa. Pepatah ”bagai…