Para pekerja membangun Pasar Ir. Soekarno, Baturetno, Wonogiri, Rabu (2/8/2017). (Ahmad Wakid/JIBI/Solopos) Para pekerja membangun Pasar Ir. Soekarno, Baturetno, Wonogiri, Rabu (2/8/2017). (Ahmad Wakid/JIBI/Solopos)
Kamis, 3 Agustus 2017 11:15 WIB Ahmad Wakid/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

Kejar Tenggat, Pembangunan Pasar Baturetno Wonogiri Dikebut

Pembangunan Pasar Baturetno diharapkan selesai tepat waktu.

Solopos.com, WONOGIRI — Pembangunan Pasar Baturetno, Wonogiri, dikebut untuk mencapai target waktu pelaksanaan proyek revitalisasi pasar itu. Berbagai alat berat digunakan dan para pekerja juga lembur agar pembangunan selesai tepat waktu sebelum 4 Desember mendatang.

Berdasarkan pantauan, pembangunan pasar masih pada tahapan pengecoran. Puluhan pekerja bekerja keras dengan dibantu berbagai alat berat seperti crane dan ekskavator. Mereka melakukan pengecoran pada kerangka bangunan pasar yang masih berupa sambungan besi.

Kepala Pasar Baturetno, Jumadi, mengatakan penggunaan alat berat dan beberapa peralatan canggih digunakan dalam proses pembangunan pasar agar selesai sesuai jadwal.

“Ini masih proses pengecoran dengan bantuan alat canggih agar bisa mengejar target waktu,” kata pria yang resmi menjabat sebagai kepala Pasar Baturetno pada Rabu (2/8/2017) di kantornya.

Kepala Bidang Pasar Dinas Koperasi Usaha Menegah Perindustrian dan Perdagangan (Dinkop UKM Perindag) Wonogiri, Agus Suprihanto, menambahkan pembangunan pasar itu mencapai 28 persen. Pengecoran dilakukan sejak 20 Juli lalu dan ditarget selasai pengecoran pada akhir Agustus.

“Pembangunan kami targetkan 31 Agustus sudah selesai [pengecoran]. Oleh karena itu kami kebut dengan kerja lembur dan bantuan alat yang canggih seperti mesin pengecor dan pemasangan tiang pancang dengan sistem injeksi. Semoga bisa selesai tepat waktu,” ujarnya.

Saat pemasangan tiang pancang yang jumlahnya ratusan itu, menurut dia, tidak menimbulkan suara bising sehingga warga sekitar tidak terganggu. Sebagai informasi, pembangunan pasar yang akan menggunakan nama presiden pertama RI, Ir. Soekarno, itu dimulai pada 9 Mei 2017 dengan waktu pelaksanaan selama 210 hari.

Camat Baturetno, Teguh Setiyono, mengatakan selama ini tidak ada keluhan dari warga setempat mengenai pembangunan pasar itu. Sebab, sejak awal aspirasi masyarakat sudah diakomodasi.

“Kami juga melakukan pendataan kondisi rumah di sekitar pasar. Apakah temboknya ada yang retak sebelum pembangunan. Nanti kami akan melihat kembali kondisi rumah mereka setelah pembangunan. Jika ada, harapannya ada kompensasi jika ada kerusakan karena pembangunan pasar,” ungkap dia.

CV. HARAPAN MULIA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Sejarah ”Pahitnya” Garam Nusantara

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (1/8/2017). Esai ini karya M. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Gonjang-ganjing garam dalam beberapa pekan terakhir masih terasa. Pepatah ”bagai…