Jeep lava tour masuk jurang diduga karena rem blong mengakibatkan wisatawan luka-luka, Rabu(2/8/2017). (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja) Jeep lava tour masuk jurang diduga karena rem blong mengakibatkan wisatawan luka-luka, Rabu(2/8/2017). (Foto istimewa/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 3 Agustus 2017 17:33 WIB Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

KECELAKAAN WISATA
Jeep Lava Tour Merapi Berkembang Cepat, Bagaimana Standarisasi Keselamatan?

Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Sudarningsih menyatakan akan menerjunkan personil untuk melakukan pengecekan di lapangan terkait kecelakaan sebuah mobil jeep lava tour Merapi

Solopos.com, SLEMAN- Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Sudarningsih menyatakan akan menerjunkan personil untuk melakukan pengecekan di lapangan terkait kecelakaan sebuah mobil jeep lava tour Merapi di Dusun Petung Kepuharjo Cangkringan.

Baca juga : KECELAKAAN WISATA : Jeep Lava Tour Merapi Masuk Jurang saat Mengangkut Wisatawan

Pembinaan mengenai standarisasi keselamatan sebenarnya sudah berulang kali dilakukan meski sulit dilakukan karena jumlah jeep yang mencapai 640 unit. “Kesulitannya karena jeep ini berkembang sendiri sampai banyak usai erupsi,” jelasnya.

Untuk asuransi, kata dia, sebenarnya wisatawan telah memiliki jaminan tersebut dalam karcis retribusinya. Kendaraan wisata ini sebenarnya juga diharapkan bisa melakukan KIR sebagai standarisasi kemampuan dan keamanan kendaraan selain alat pengaman itu sendiri.

Hal ini sebagaimana jeep di Tebing Breksi yang sudah dilengkapi surat-surat kendaraan dan pengemudi. Kendaraan di objek wisata ini dinilai lebih unggul karena kelengkapan ini.

ADMINISTRASI PERKANTORAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Perlindungan Kearifan Lokal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (2/8/2017). Esai ini karya Tundjung W. Sutirto, dosen di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan peminat tema-tema kebudayaan. Alamat e-mail penulis adalah tundjungsutirto@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Menurut UU No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan…