Kompetisi skateboard yang dilaksanakan sejak Jumat (1/4/2016) hingga Minggu (3/4/2016) ikut memeriahkan Pesta Rakyat Sleman di lapangan Denggung. (Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja) Kompetisi skateboard yang dilaksanakan sejak Jumat (1/4/2016) hingga Minggu (3/4/2016) ikut memeriahkan Pesta Rakyat Sleman di lapangan Denggung. (Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 3 Agustus 2017 14:20 WIB Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Jeda 3 Tahun, Sleman Kembali Raih Adipura

Sleman meraih penghargaan Adipura 2017 sebagai prestasi mewujudkan lingkungan perkotaan yang bersih, sehat dan nyaman

Solopos.com, SLEMAN-Sleman meraih penghargaan Adipura 2017 sebagai prestasi mewujudkan lingkungan perkotaan yang bersih, sehat, dan nyaman. Penghargaan ini berhasil diraih kembali setelah terakhir kali pada 2013 lalu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman, Purwanto mengatakan raihan ini atas upaya pengelolaan sanitasi berupa sampah dari perkantoran, usaha, pasar, terminal dll. Selain itu, saat ini juga telah terbentuk 275 bank sampah di masyarakat sebagai usaha mengurangi timbunan sampah. Sampah yang tinggal residu itu kemudian diangkut ke Tempat Pembungan Akhir (TPA).

Saat ini, Sleman juga membangun tempat pengolahan 3 R di 31 kelompok dengan dukungan transfer depo. Purwanto mengatakan direncanakan tiap desa di Sleman akan memiliki transfer depo sendiri. Sementara pengelolaan sanitasi telah dilakukan dengan pembuatan Ipal sebanyak 127 buah yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan sumber air agar tidak tercemar limbah.

Untuk pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dilakukan dengan program haji menanam, pengantin menanam, anak sekolah lulus menanam, sehingga keteduhan dapat merata dari desa maupun kota.

Mendatang penghargaan ini akan coba dipertahankan dengan meningkatkan pola hidup bersih bagi masyarakat dengan mengelola sampah secara mandiri. Sleman juga akan membangun intalasi pengolahan sumur tinja dengan pembuatan regulasi sedot tinja, sanitasi, dan keteduhan kota.

Bupati Sleman Sri Purnomo menyebut keberadaan kelompok-kelompok pengelola sampah mandiri (KPSM) dalam bentuk bank-bank sampah maupun sodakoh sampah memiliki peran yang besar dalam upaya mengelola sampah.

Penghargaan Adipura tersebut diharap dapat terus dipertahankan dengan meningkatkan Sleman yang lebih bersih dan nyaman yang salah satunya dengan tidak membuang sampah secara sembarangan, serta menambah RTH.

Kebersihan dan kenyamanan lingkungan di Sleman ini menurutnya juga menjadi pendukung meningkatnya pariwisata Sleman, mengingat Sleman merupakan kabupaten yang memiliki destinasi wisata terbanyak di DIY.

Sri Purnomo menghimbau agar masyarakat mendukung upaya Pemkab Sleman mempertahankan adipura tersebut dengan bersama-sama peduli terhadap lingkungan. “Mari bersama-sama jaga lingkungan kita, agar terwujud Sleman yang serasi, bersih, sejuk dan nyaman,” ujarnya.

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

Sibuk Main Ponsel, Perempuan Ini Jatuh dari Jembatan Penyeberangan

Sebuah kisah tragis menimpa perempuan Tiongkok yang terlalu sibuk bermain ponsel saat berada di jembatan penyeberangan. Solopos.com, SUZHOU – Penggunaan ponsel yang berlebihan bisa berbahaya. Hal ini terbukti pada perempuan asal Kota Anhui, Shuzou, Tiongkok. Perempuan yang tak diungkap identitasnya…