Ilustrasi (Istimewa) Ilustrasi (Istimewa)
Kamis, 3 Agustus 2017 18:51 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

Inilah Kandungan Dumolid, Psikotropika yang Dikonsumsi Tora Sudiro & Mieke

Penangkapan Tora Sudiro dan Mieke Amalia mengangkat nama obat psikotropika Dumolid.

Solopos.com, SOLO — Aktor dan komedian Tora Sudiro bersama istrinya, Mieke Amalia diamankan Polres Jakarta Selatan, Kamis (3/8/2017). Mereka diduga melakukan penyalahgunaan psikotropika.

Dilansir Okezone, Kamis, Tora dan Mieke, diciduk di kediaman mereka di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, kurang lebih pukul 10.00 WIB. Polisi menjelaskan saat penangkapan ditemukan 30 butih psikotropika bermerk Dumolid. Tanpa resep dokter, penggunaan Dumolid bisa dikategorikan penyalahgunaan psikotropika.

Dikutip Solopos.com dari laman Lapor.go.id, Dumolid terdaftar di Badan POM sebagai psikotropika yang pendistribusiannya harus menggunakan resep dokter. Penjualan secara online atau tanpa resep dokter merupakan pelanggaran.

Dumolid sendiri merupakan merek obat yang mengandung nitrazepam 5mg. Psikoptropika tersebut termasuk obat penenang benzodiazepin.Dokter biasanya menggunakan nitrazepam 5 mg untuk terapi jangka pendek masalah insomnia, depresi, kecemasan berlebih, dan gangguan kejang-kejang.

Orang yang mengonsumsi nitrazepam 5 mg untuk mendapatkan efek tenang secara fisik dan psikis merupakan penyalahgunaan. Karena penggunaan yang tak terkontrol bisa menimbulkan ketergantungan.

Dalam sebuah laporan di health.liputan6.com, Kamis, penggunaan nitrazepam 5 mg berlebihan dan tanpa pengawasan bisa menyebabkan overdosis, depresi pada sistem saraf pusat, lesu, hingga koma. Orang yang sudah kecanduan nitrazepam 5 mg bisa menjadi seperti orang kebingungan, mengantuk, hingga kesulitan bernapas.

Kecanduan nitrazepam 5mg akut juga bisa memunculkan efek samping tak terduga seperti anafilaksis, angioedema, gangguan tidur ekstrem, kram otot, pusing, vertigo, dan hipotensi.

Bank Panin, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Sejarah ”Pahitnya” Garam Nusantara

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (1/8/2017). Esai ini karya M. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Gonjang-ganjing garam dalam beberapa pekan terakhir masih terasa. Pepatah ”bagai…