Gerhana bulan total yang membuat warna bulan menjadi merah darah pada Sabtu (4/4/2015) malam tak begitu terlihat dengan baik di kota Solo, Hal tersebut dikarenakan adanya awan tipis sehingga menggangu pengelihatan. (Sunaryo HB/JIBi/Solopos) Gerhana bulan total yang membuat warna bulan menjadi merah darah pada Sabtu (4/4/2015) malam tak begitu terlihat dengan baik di kota Solo, Hal tersebut dikarenakan adanya awan tipis sehingga menggangu pengelihatan. (Sunaryo HB/JIBi/Solopos)
Kamis, 3 Agustus 2017 21:17 WIB JIBI/Solopos/Newswire Sains Share :

FENOMENA ALAM
7 dan 8 Agustus, Terjadi Gerhana Bulan di Indonesia

Akan terjadi fenomena alam berupa gerhana bulan pada 7 dan 8 Agustus 2017.

Solopos.com, SOLO – Pada 7 dan 8 Agustus 2017, masyarakat Indonesia disuguhi dengan fenomena alam gerhana bulan. Hal itu disampaikan secara langsung oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Gerhana bulan akan berlangsung di mulai dari wilayah Waktu Indonesia Barat (WIB) sekitar pukul 22.48 WIB hingga 03.52 WIB. Sementara untuk daerah Waktu Indonesia Tengah (Wita) dimulai sejak pukul 23.48 hingga 4.52 Wita. Sedangkan wilayah timur dimulai pada 00.48 sampai 5:52 WIT.

“Durasi gerhana dari fase gerhana dimulai hingga berakhir adalah 5 jam 4,9 menit. Sementara fase gerhana sebagian mulai, hingga gerhana sebagian berakhir berlangsung selama 1 jam 56,6 menit,” tulis BMKG sebagaimana dikutip dikutip dari laman resmi instansi tersebut, Kamis (3/8/2017).

Gerhana bulan merupakan peristiwa ketika terhalanginya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan. Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi matahari, Bumi dan Bulan ini hanya terjadi pada fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya

lowongan pekerjaan
dr. NORMA AESTHETIC CLINIC, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…