Para pelajar menggelar aksi peduli Palestina dengan membawa spanduk bertuliskan Save Palestina di Alun-alun Sasana Langen Putra Sragen, Kamis (3/8/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos) Para pelajar menggelar aksi peduli Palestina dengan membawa spanduk bertuliskan Save Palestina di Alun-alun Sasana Langen Putra Sragen, Kamis (3/8/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)
Kamis, 3 Agustus 2017 15:43 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

DEMO SRAGEN
1.500 Pelajar Muhammadiyah Ikuti Aksi Peduli Palestina

Demo Sragen, kalangan pelajar menyampaikan aspirasi mereka di Alun-alun Sragen.

Solopos.com, SRAGEN — Sebanyak 1.500 orang pelajar Muhammadiyah dari Grup Birrul Walidain dan Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen (Dimsa) menggelar aksi solidaritas untuk rakyat Palestina di Alun-alun Sasana Langen Putra Sragen, Kamis (3/8/2017).

Mereka merupakan pelajar taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar, hingga sekolah menengah pertama (SMP). Seribuan pelajar yang dimotori para ustaz dan ustazah mereka juga menggalang dana peduli Palestina dan terkumpul Rp20.195.000.

Para pelajar berkumpul di Alun-alun dengan membawa atribut bendera Merah Putih, bendera Muhammadiyah, bendera lambang sekolah dan bendera Palestina. Dari para pelajar Ponpes Dimsa ada yang membawa bendera Palestina berukuran jumbo.

“Aksi solidaritas Palestina ini menunjukkan kepedulian kami sebagai muslim yang wajib peduli dengan muslim lainnya meskipun berbeda negara. Aksi ini diikuti 1.500 orang pelajar dari Birrul Walidain Muhammadiyah Grup dan Ponpes Dimsa. Semua tingkat pelajar ikut, mulai dari kelompok bermain sampai SMP,” ujar KoordinatorAksi, Amir, saat ditemui wartawan, Kamis, di sela-sela aksi.

Aksi tersebut juga diselingi dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan orasi dari para ustaz mereka.

Kepala SMP Dimsa, Ali Rosyidi, mengawai orasinya. Dia menyatakan di antara sekian banyak umat Muslim di Indonesia ternyata masih ada seribuan pelajar yang masih peduli terhadap saudara-saudara di Palestina.

“Mereka mempertahankan Masjidil Aqsha yang merupakan masjid kebanggaan umat Islam. Masjid yang menjadi awal Mikraj Rasulullah. Kaum muslim Palestina hanya minta doa agar mereka mampu bertahan dan menjadi gawang terakhir di Masjid Al Aqsa. Kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa. Negara-negara Arab pernah menyetujui kemerdekaan Indonesia,” ujarnya.

Pengasuh Ponpes Trensains Muhammadiyah Sragen, Hakim Zanky, menambahkan dalam orasinya. Dia menyatakan Israel merebut tanah Palestina satu per satu dan penduduk Palestina menjadi terisolasi.

“Kalau ada yang bilang masalah di Palestina itu tidak ada kaitannya dengan Indonesia, itu adalah salah. Masjid Al Aqsha pernah menjadi kiblat umat Muslim di dunia. Oleh karenanya satukan gerakan kita untuk membebaskan Palestina,” ujarnya.

Di sela-sela aksi para pelajar membawa kardus berkiling untuk menggalang dana peduli Palestina. Dengan berkeliling selama kurang dari 30 menit, mereka berhasil mengumpulkan dana Rp20.195.000. Dana tersebut disalurkan kepada warga di Palestina lewat Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Sragen.

SOLO BAKERY, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Dirawat dan Merawat Cendekiawan Soedjatmoko

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (19/8/2017). Esai ini karya Nur Fatah Abidin, mahasiswa Magister Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah ikbenfatah@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Rabu, 15 Agustus 2017, pemerintah menganugerahkan tanda kehormatan Republik Indonesia kepada delapan…