Peringatan Bulan Kemerdekaan. (Kemendikbud) Peringatan Bulan Kemerdekaan. (Kemendikbud)
Kamis, 3 Agustus 2017 04:00 WIB JIBI/Solopos/Newswire Peristiwa Share :

Catat, Agustus Masuk Museum & Cagar Budaya Milik Kemendikbud Gratis

Semua warga Indonesia bisa menikmati museum dan cagar budaya di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tanpa dipungut biaya alias gratis selama Agustus 2017.

Solopos.com, JAKARTA—Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggratiskan biaya masuk museum dan cagar budaya di bawah mereka sepanjang Agustus 2017.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan kebijakan itu diterapkan untuk menyambut hari ulang tahun ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Semua museum dan cagar budaya di bawah Kemendikbud akan digratiskan untuk dikunjungi wisatawan di seluruh Indonesia,” kata Mendikbud saat konferensi pers tentang Pameran Lukisan Koleksi Istana Kepresidenan di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, Senin (31/7/2017), seperti dilansir website Kemendikbud.

Saat ini ada tujuh museum yang berada di bawah pengelolaan Kemendikbud yaitu Museum Nasional Indonesia, Museum Basoeki Abdullah, Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Museum Kebangkitan Nasional, Museum Sumpah Pemuda, Museum Perumusan Naskah Proklamasi, dan Museum Kepresidenan Republik Indonesia (Balai Kirti) di Bogor.

Kemudian di Balai Pelestarian Manusia Purba Sangiran ada Museum Manusia Purba Klaster Bukuran, Ngebung, dan Museum Lapangan Manyarejo.

Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid mengatakan total cagar budaya di bawah pengelolaan Kemendikbud mencapai 300 lokasi. Namun, cagar budaya yang menjadi objek wisata dan dikenai tiket masuk hanya beberapa persen.

Kemendikbud juga memiliki beberapa kegiatan kebudayaan lain untuk memeriahkan bulan kemerdekaan, salah satunya perekaman lagu kebangsaan Indonesia Raya untuk tiga stanza. “Kami akan meluncurkan lagu Indonesia Raya tiga stanza yang sudah diproduksi [direkam] di Studio Lokananta di Solo. Semua pemusiknya adalah putra-putri Indonesia yang tergabung dalam Gita Bahana Nusantara,” ujar Mendikbud.

Selain itu, lanjut dia, untuk merayakan bulan kemerdekaan, Kemendikbud juga akan mengirimkan buku cerita rakyat sebanyak 170 judul yang berasal dari cerita rakyat dari Sabang sampai Merauke. “Buku cerita itu dipilih dari beraneka ragam latar belakang budaya. Tujuannya membangun rasa kebinekaan,” tutur Mendikbud. Buku-buku tersebut akan dikirimkan ke berbagai wilayah Indonesia secara gratis melalui PT Pos Indonesia.

CV.TIGA SELARAS BERSAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Sejarah ”Pahitnya” Garam Nusantara

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (1/8/2017). Esai ini karya M. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Gonjang-ganjing garam dalam beberapa pekan terakhir masih terasa. Pepatah ”bagai…