Pialang mengamati pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Kantor Pusat Bank BNI Jakarta, Kamis (10/4/2014). IHSG pada penutupan perdagangan Kamis ini turun 155,68 poin atau 3,16% ke level 4.765,73, koreksi paling tajam terjadi pada sektor properti, konstruksi, dan real estat, yakni sebesar 6,47%. (Dwi Prasetya/JIBI/Bisnis) Ilustrasi (Dok/JIBI/Bisnis)
Kamis, 3 Agustus 2017 10:30 WIB Renat Sofie Andriani/JIBI/Bisnis Ekonomi Share :

BURSA SAHAM
5 Dari 9 Saham Sektoral Bergerak Negatif, IHSG Dibuka Dengan Penurunan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Kamis (3/8/2017), dibuka dengan pelemahan 5,69 poin.

Solopos.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) terpantau bergerak mixed cenderung terkoreksi pada awal perdagangan hari ini, Kamis (3/8/2017). IHSG hari ini dibuka dengan pelemahan 0,10% atau 5,69 poin di level 5.818,55 dan turun 0,05% atau 2,89 poin ke level 5.821,36 pada pukul 09.05 WIB.

Adapun pada perdagangan Rabu (2/8), IHSG ditutup menguat 0,33% atau 19,04 poin di level 5.824,25. Sebanyak 18 saham bergerak menguat, 12 saham bergerak melemah, dan 528 saham stagnan dari 558 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pagi ini.

Lima dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak negatif dengan tekanan utama sektor infrastruktur (-0,43%) dan konsumen (-0,23%). Adapun, empat sektor lainnya bergerak positif dipimpin oleh sektor tambang yang menguat 0,23%.

Reliance Sekuritas Indonesia memprediksi IHSG akan bergerak cenderung mixed mencoba menguat di kisaran 5.818-5.853 pada perdagangan hari ini.

Dalam risetnya, analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi menjelaskan indeks saham di Asia kemarin ditutup bervariasi dengan pelemahan dialami indeks Shanghai (-0.25%) sedangkan penguatan dipimpin dari lonjakan penguatan indeks Nikkei (+0.47%) dan Topix (+0.36%) di Jepang.

Sementara itu, IHSG ditutup menguat ditopang oleh penguatan sektor industri dasar (+2.11%) dan pertanian (+0.92%). Spekulasi outlook permintaan atas semen terhadap proyek infrastruktur pemerintah yang dinilai cukup positif di semester kedua tahun ini mampu mendorong SMGR (+7.81%) naik signifikan.

Selanjutnya investor akan menaruhkan perhatian pada indeks pertumbuhan kinerja sektor jasa dan keputusan kebijakan moneter BOE (Bank of England).

Secara teknikal, pergerakan IHSG cenderung tertahan pada support MA25 (5820) dan berhasil rebound pada support bullish trend (5795). Namun indikator stochastic terkonfirmasi dead-cross dengan keluarnya signal line dari area jenuh beli dengan momentum RSI yang flat pada middle osilator.

Di Asia Tenggara, indeks FTSE Straits Time Singapura pagi ini terpantau melemah 0,35%, indeks FTSE KLCI Malaysia turun tipis 0,04%, sedangkan indeks PSEi Filipina menguat 0,71%.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis27 turun 0,13% atau 0,67 poin ke 524,70 pada pukul 09.06 WIB, setelah dibuka dengan pelemahan 0,16% atau 0,86 poin di posisi 524,50.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terpantau lanjut melemah 0,05% atau 7 poin ke Rp13.331 per dolar AS pada pukul 09.05 WIB.

Saham-saham yang melemah pada awal perdagangan:

TLKM -0,83%
BMRI -0,56%
UNVR -0,46%
UNTR -1,32%

Saham-saham yang menguat pada awal perdagangan:

BBCA +0,66%
BBRI +0,17%
INCO +1,23%
SCMA +0,83%

Sumber: Bloomberg

CV. HARAPAN MULIA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Sejarah ”Pahitnya” Garam Nusantara

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (1/8/2017). Esai ini karya M. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Gonjang-ganjing garam dalam beberapa pekan terakhir masih terasa. Pepatah ”bagai…