Penanggung Jawab Imunisasi Puskesmas Kartasura, Arningsih, menunjukkan surat pernyataan orang tua murid yang menolak imunisasi, Kamis (3/8/2017). (Iskandar/JIBI/Solopos) Penanggung Jawab Imunisasi Puskesmas Kartasura, Arningsih, menunjukkan surat pernyataan orang tua murid yang menolak imunisasi, Kamis (3/8/2017). (Iskandar/JIBI/Solopos)
Kamis, 3 Agustus 2017 19:15 WIB Iskandar/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

64 Orang Tua Siswa SDIT Al Madinah Kartasura Sukoharjo Tolak Imunisasi MR

Sebanyak 64 orang tua siswa SDIT Al Madinah, Kartasura, Sukoharjo, menolak anak mereka diimunisasi MR.

Solopos.com, SUKOHARJO — Orang tua dari 64 siswa SDIT Al Madinah, Windan, Kartasura, Sukoharjo, menolak anak mereka diimunisasi measles and rubella (MR) karena berbagai alasan.

Sementara itu, Kartasura menjadi wilayah yang dipantau badan PBB, World Health Organisation (WHO) karena jumlah sasaran imunisasi MR-nya terbanyak di Sukoharjo yaitu 29.067 anak, disusul Kecamatan Sukoharjo sebanyak 26.000 anak.

“Sebanyak 64 orang tua itu menolak karena berbagai alasan di antaranya alasan agama, keyakinan yang meragukan kehalalan vaksin, ada yang berpendapat setiap anak mempunyai kekebalan alamiah, alasan sakit, dan sebagainya. Mereka yang menolak kami minta membuat surat pernyataan,” ujar Penanggung Jawab Imunisasi Puskesmas Kartasura, Arningsih, ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (3/8/2017).

Menurut dia, mereka yang menolak imunisasi di SD Al Madinah relatif kecil dibandingkan total siswa di SD itu yang mencapai 800 anak. Terkait itu dia tak bisa memaksa siswa harus ikut imunisasi. Hal itu merupakan hak wali murid.

Dia sebenarnya sudah melakukan sosialisasi termasuk mendatangkan pengurus MUI Sukoharjo dan sekolah juga sudah membantu. Namun, dalam pelaksanaannya ternyata masih ada yang menolak imunisasi.

Dia mengungkapkan kenyataan adanya penolakan tersebut juga akan dilaporkan ke Dinas Kesehatan dan WHO. Karena itu dia meminta orang tua siswa membuat surat pernyataan sebagai bukti.

Dia menambahkan hingga kemarin belum bisa memastikan mereka yang menolak imunisasi di SDIT Al Madinah apakah merupakan warga Sukoharjo atau bukan. Siswa sekolah tersebut banyak yang dari luar kecamatan bahkan dari luar kota seperti Solo, Boyolali, Klaten, dan sebagainya.

Terpisah, Kepala Sekolah SDIT Al Madinah, Rahman Budiyono, membenarkan ada sejumlah orang tua siswa yang menolak anak mereka diimunisasi MR. Alasan para orang tua siswa beragam.

“Ada yang alasan anaknya takut, ada yang sejak kecil tak terbiasa diimunisasi, ada yang meragukan kehalalan bahan imunisasi, ada yang karena prinsip, dan seterusnya,” kata dia.

Terkait itu, dia mendata mereka yang menolak imunisasi dan menyerahkan data tersebut ke Puskesmas. Dia menambahkan jika dibanding tahun lalu, ada progres ke arah positif.

Dia menambahkan jauh hari sebelumnya ketika ada sosialisasi di kantor Kecamatan Kartasura, dia telah mengutarakan sinyalemen penolakan tersebut. Karena itu dia meminta pendapat apa yang harus dilakukan terkait persoalan tersebut.

Menyusul adanya penolakan sejumlah wali murid terhadap imunisasi, dua tak bisa memaksa. Hal tersebut merupakan hak masing-masing individu.

Bank Panin, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Perlindungan Kearifan Lokal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (2/8/2017). Esai ini karya Tundjung W. Sutirto, dosen di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan peminat tema-tema kebudayaan. Alamat e-mail penulis adalah tundjungsutirto@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Menurut UU No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan…