Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, memegang burung elang bido yang menjadi salah satu koleksi di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo, Rabu (2/8/2017). (Ivan Andimuhtarom/JIBI/Solopos) Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, memegang burung elang bido yang menjadi salah satu koleksi di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo, Rabu (2/8/2017). (Ivan Andimuhtarom/JIBI/Solopos)
Rabu, 2 Agustus 2017 13:00 WIB Ivan Andimuhtarom/JIBI/Solopos Solo Share :

WISATA SOLO
Investor Datang, Taman Lampion Segera Dibangun di Taman Jurug

Wisata Solo yakni TSTJ mendapatkan investor.

Solopos.com, SOLO — Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo mendapatkan investor untuk mengembangkan area komersial di kompleks taman satwa tersebut. Nilai investasi yang bakal dikucurkan investor, PT Cikal Bintang Bangsa Jakarta, mencapai Rp45 miliar.

Penandatanganan perjanjian kerja sama antara Direktur Utama (Dirut) TSTJ dengan Direktur PT Cikal Bintang Bangsa Jakarta dilaksanakan di kompleks TSTJ, Rabu (2/8/2017). Investasi dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap I senilai Rp15 miliar untuk menambah berbagai wahana wisata malam. Sementara investasi tahap II senilai Rp30 miliar akan digelontorkan tahun depan untuk mengembangkan area komersial yang ditetapkan berada di sebelah selatan danau di taman satwa tersebut.

Wahana baru bakal diberi nama Jurug Festival of Lights atau Taman Lampion Jurug Solo. Pengembangan wahana mencakup taman lampion, air mancur menari (dancing fountain), festival makanan (food court, kafe, dan coffee shop), aneka permainan, night floating market dan rest area.

Dirut TSTJ, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso, mengungkapkan sesuai hasil koordinasi dengan berbagai pihak seperti BKSDA, Kementerian Lingkungan Hidup hingga wali kota, lokasi sebelah selatan telaga akan ditetapkan sebagai area komersial yang pengelolaannya bisa dikerjakan bersama pihak ketiga.

Sementara seluruh satwa yang ada di sisi selatan akan dipindah ke sisi utara. “Luas lokasi untuk investor PT Cikal Bintang Bangsa adalah 15.000 meter persegi. Lokasi lain akan kami tawarkan ke investor lain. Tapi kalau PT Cikal bersedia mengelola silakan,” ujarnya saat ditemui wartawan seusai penandatanganan perjanjian kerja sama, Rabu.

Ia mengatakan wahana malam itu perlu dikembangkan untuk menopang fungsi TSTJ sebagai lokasi edukasi, rekreasi dan khususnya konservasi.

Direktur PT Cikal Bintang Bangsa, Agung Riyadi, mengatakan pihaknya memiliki waktu empat bulan untuk menyelesaikan proyek pekerjaan wahana wisata malam di TSTJ. Ia menargetkan wahana tersebut bisa dibuka untuk umum pada 25 Desember mendatang.

“Total waktu pengerjaan adalah 1,5 tahun. Kami ada kontrak dengan TSTJ hingga empat tahun,” kata dia saat ditemui wartawan.

Perusahaan yang juga mengerjakan wahana serupa di Monumen Jogja Kembali itu telah mengkalkulasi perhitungan bisnis investasi itu. Agung mengatakan perusahaannya akan bisa BEP atau balik modal dalam tiga tahun.

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mengatakan kerja sama itu adalah upaya memanfaatkan lahan agar bisa dinikmati masyarakat. Ia mengakui PT Cikal Bintang Bangsa menjadi investor yang diidam-idamkan sejak puluhan tahun lalu.

“Mohon dikelola profesional. Berpuluh2 tahun baru kali ini dapat [investor]. Selama ini PT Cikal sudah diberi kesempatan negara. Sekarang kontribusi bagi negara, jangan pikir untung rugi,” ungkap dia kepada wartawan.

 

KSP ARTHA MULIA CABANG KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Kepada H.B. Jassin

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (31/7/2017). Esai ini karya Hanputro Widyono, editor buku Jassin yang Kemarin (2017) dan  berstatus mahasiswa di Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah hanputrowidyono@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Jassin…