Mangunan (Wisnu Wardhana/JIBI/Harian Jogja) Puluhan wisatawan menikmati keindahan panorama dari kawasan wisata Kebun Buah Mangunan Bantul, Kamis (31/12). Saat libur Natal dan tahun baru ini, kawasan wisata tersebut didatangi ribuan wisatawan. Mereka cukup membayar retribusi Rp5.000 per orang. (Harian Jogja/Wisnu Wardhana)
Rabu, 2 Agustus 2017 03:22 WIB Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

WISATA JOGJA
Eco-Tourism Tren Baru Pariwisata DIY

Wisata Jogja diperkaya dengan objek wisata penyangga

Solopos.com, JOGJA — Agen-agen perjalanan wisata di Jogja mulai banyak yang memasukkan objek wisata penyangga. Ke depan wisata penyangga yang sebagian besar merupakan eco tourism akan menjadi tren baru bagi pariwisata DIY.

“Kecenderungan turis saat ini mencari eco tourism. Bahkan, banyak travel agen yang mulai menyajikan paket wisata yang mengarah ke situ [eco tourism],” ujar Ketua Asosiasi Tour dan Travel Agent Indonesia (Asita) DIY, Udhi Sudiyanto kepada Solopos.com, Senin (31/7/2017).

Udhi mengakui jika highlight pariwisata DIY masih bergantung pada Candi Borobudur, Candi Prambanan dan Kraton Jogja. Ketiga destinasi ini menjadi daya tarik utama dan selalu dihadirkan dalam setiap paket wisata yang ditawarkan para travel agen.

Kendati demikian, dalam beberapa tahun terakhir, paket-paket wisata tersebut sudah dilengkapi dengan objek-objek wisata lain. Objek wisata penyangga, kata Udhi, menjadi pelengkap dan pilihan lain bagi wisatawan yang akan berlibur ke Jogja.

“Sudah semakin banyak agen-agen perjalanan wisata yang memasukkan objek-objek wisata penyangga. Bahkan, saya sudah melihat objek-objek tersebut masuk dalam paket-paket wisata yang mereka tawarkan saat menggelar pameran di luar negeri,” papar Udhi.

Tren wisata alam atau eco tourism tengah menjadi primadona baru di industri pariwisata. Sebut saja objek wisata alam di Nglanggeran di Gunungkidul, wisata alam di Kulonprogo dan hutan pinus di Bantul.

Hal itu, kata Udhi, seiring dengan meningkatnya kesadaran kepedulian pada alam, di mana pariwisata tidak sekadar menjadi penggerak ekonomi masyarakat tetapi juga manfaatnya untuk lingkungan.

Lebih lanjut Udhi mengungkapkan potensi objek wisata penyangga sangat berpeluang untuk mendatangkan wisatawan luar negeri. Kendati belum menjadi objek wisata utama, namun keberadaan objek wisata ini bisa menjadi pilihan bagi wisatawan.

“Makanya, sekarang banyak turis mulai menyukai objek-objek wisata yang tersembunyi dan bukan mass tourism. Kami meyakini, tren eco tourism ini semakin naik dan tren pariwisata DIY juga sudah mulai menuju ke sana,” imbuh Udhi.

lowongan pekerjaan
CV.ASR MEDIKA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…