Ilustrasi penyakit lupus Ilustrasi penyakit lupus
Rabu, 2 Agustus 2017 04:22 WIB Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja Kesehatan Share :

TIPS SEHAT
Forgiveness Therapy Beri Dampak Baik Odapus

Tips sehat kali ini untuk pasien dengan lupus.

Solopos.com, SLEMAN — Komunitas Relawan Lupus Indonesia (RELI) bersama RS Panti Nugroho menggelar kegiatan edukasi dan informasi penyakit Lupus berkelanjutan bertajuk Forgiveness Therapy bagi Orang dengan Lupus (Odapus), Sabtu (29/7/2017). Konsep memaafkan dan teknik terapi self forgiveness dirasa berdampak positif bagi kesehatan odapus.

Kegaiatan yang ditutup dengan pelatihan wirecrafting ini menindaklanjuti pertemuan komunitas ini beberapa bulan sebelumnya. Ada 3 pakar yang hadir sebagai pembicara yang digelar di aula RS Panti Nugroho ini antara lain Tandean Arif Wibowo, Direktur RS Panti Nugroho; Arif Nurcahyo, psikolog Polda DIY, dan Humas Asosiasi Psikologi Forensik, Mega Dhestiana. Odapus rentan mengalami gejala kambuhan berupa sariawan, radang sendi kumatan, wajah memerag, kulit bersisik, dan rambut rontok. Gejala ini dapat menimbulkan dampak psikologis seperti stress, kecemasan ataupun depresi.

Lebih lanjut, ini juga bisa menimbulkan kondisi kesehatan/badan penderita menjadi menurun, dan gejala fisik muncul lagi seperti siklus. Mega mengatakan penting sekali untuk mengusai konsep memaafkan dan teknik terapi self forgiveness.

“Dengan menyadari, menerima dan memaafkan akan penyakitnya, dan mengetahui gejala yang timbul sehingga membuat tenang gejala dan stress itu,” ujarnya sebagaimana rilis yang diterima Harianjogja.com.

Tanden menambahkan jika pertemuan ini digagas untuk menambah wawasan guna mengelola faktor kejiwaan pada odapus. Peserta juga diminta untuk mengenali diri sendiri, keluarga dan lingkungannya.  “Mereka semakin meneguhkan dan diteguhkan keberadaannya dengan Lupus. Dari situ timbul proses untuk mencoba menerima dan memaafkan dalam hidup bersama lupus,” terang ujarnya.

Lebih lanjut, dokter Tandean, menjelaskan bahwa dengan forgiveness therapy, peserta seminar yang berasal dari berbagai kota seperti Yogyakarta, Magelang, Semarang, Probolinggo, Pekalongan dan Malang ini mampu menerima apa yang sedang terjadi. Mereka mampu menunda kemarahan, bersikap netral terhadap orang lain dan membuat diri sendiri merasa baik.

Menurutnya, sebagian besar peserta juga berharap pertemuan serupa bisa terus digelar secara kontinyu agar komunikasi dan informasi tentang Lupus di Indonesia tidak berakhir di pertemuan kali ini. Dikatakan pula jika RS Panti Nugroho bersedia membantu dan memfasilitasi pertemuan selanjutnya dan berharap kegiatan ini bisa menular di daerah dan rumah sakit lain.

CV.TIGA SELARAS BERSAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Kepada H.B. Jassin

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (31/7/2017). Esai ini karya Hanputro Widyono, editor buku Jassin yang Kemarin (2017) dan  berstatus mahasiswa di Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah hanputrowidyono@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Jassin…