Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir. (JIBI/Solopos/Antara/Hendra Nurdiyansyah) Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir. (JIBI/Solopos/Antara/Hendra Nurdiyansyah)
Rabu, 2 Agustus 2017 00:00 WIB JIBI/Solopos/Newswire Pendidikan Share :

Thailand Jadi Tolok Ukur Publikasi Ilmiah Indonesia

Kementerian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) menjadikan Thailand sebagai tolok ukur jumlah publikasi ilmiah di Tanah Air.

Solopos.com, BANJARMASIN—Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menargetkan perguruan tinggi Indonesia mampu membuat publikasi ilmiah berstandar internasional lebih besar dibanding Thailand.

“Saya akan pantau terus perkembangan ini supaya kita bisa mengalahkan Thailand dulu. Target kita harus di atas Thailand dulu,” kata Nasir di Banjarmasin, Sabtu (29/7/2017).

Jumlah publikasi ilmiah Indonesia di jurnal internasional masih rendah dibandingkan Malaysia, Singapura, dan Thailand. “Pada 2014 baru ada 4.200 publikasi, perguruan tinggi kita 4.859 publikasi. Sementara itu, Malaysia 28.000, Singapura 18.000, Thailand 9.500, kita 4.200 pada 2014,” kata Nasir seperti dilansir Antara, Sabtu.

Pada 2015, jumlah publikasi ilmiah Indonesia meningkat menjadi 5.250 jurnal dalam satu tahun, namun jumlah publikasi Thailand menjadi 12.500 setahun. “Alhamdulillah 2016 meningkat jadi 11.700 publikasi. Ini luar biasa lompatannya, lebih dari 100 persen, sementara Thailand 13.500 publikasi,” kata Nasir.

Dia menyebutkan data per 3 Juli 2017, jumlah publikasi ilmiah Indonesia mencapai 8.044 jurnal sedangkan Thailand 7.720 jurnal. “Kalau konsisten akhir tahun diperkirakan mencapai 16.000,” ujar Nasir.

Kemenristekdikti menargetkan jumlah publikasi ilmiah Indonesia dalam jurnal internasional pada 2017 mencapai 15.000 publikasi. Setelah berhasil melampaui Thailand, target Nasir selanjutnya adalah menyalip Singapura pada 2018 dan melampaui Malaysia pada 2019.

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…