Haari Anak Nasional (JIBI/Harian Jogja/Gigih M. Hanafi) Haari Anak Nasional (JIBI/Harian Jogja/Gigih M. Hanafi)
Rabu, 2 Agustus 2017 23:35 WIB Rudi Hartono/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

Tak Masuk KLA, Pemkab Wonogiri Tuding Penilaian Tak Adil

Pemkab Wonogiri merasa ada ketidakadilan dalam penilaian KLA karena tak ada verifikasi lapangan.

Solopos.com, WONOGIRI — Kabupaten Wonogiri tahun ini tidak masuk sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA). Hal itu membuat Pemkab kecewa.

Apalagi, Pemkab menilai penilaian oleh Kementeritan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) tidak adil karena tanpa verifikasi lapangan (verlap).

Kasi Perlindungan Anak Bidang P3A Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (P2KB) P3A Wonogiri, Th. Esti Hastuti, saat ditemui Solopos.com, Rabu (2/8/2017), menyampaikan penilaian KLA 2017 kurang adil.

Jajarannya hingga sekarang tak mengetahui latar belakang Kementerian P3A tak meloloskan Wonogiri sebagai KLA. Padahal, saat evaluasi tahap awal melalui website, Mei lalu, Wonogiri mendapat nilai tinggi, yakni 610,3.

Sementara ambang batas minimal lolos ke penilaian selanjutnya 500. Atas capaian tersebut Wonogiri lolos evaluasi bersama delapan kabupaten/kota lain di Jawa Tengah. Kementerian P3A mengumumkan daerah yang mendapat nilai lebih dari 500 akan diverifikasi.

“Tapi sampai akhir Juli tidak ada tim yang datang ke Wonogiri untuk verlap. Sampai sekarang tidak ada pemberitahuan apa pun. Tahu-tahu saat Peringatan Hari Anak Nasional di Riau, 23 Juli lalu, Wonogiri tidak mendapat penghargaan karena tidak masuk sebagai KLA,” kata Esti.

Hal yang sama dialami dua daerah lain yang dinyatakan lolos evaluasi sebelumnya, yakni Karanganyar dan Demak. Menurut Esti, kedua daerah tersebut juga tak diverlap.

Dia pernah meminta penjelasan kepada Kementerian P3A, namun hasilnya nihil. Dinas P2KBP3A juga menanyakan ke dinas terkait di Provinsi Jawa Tengah. Otoritas terkait justru bingung mengapa hal tersebut bisa terjadi.

Esti meyakini apabila verlap dilaksanakan Wonogiri bakal masuk sebagai KLA setidaknya pada tingkatan pratama. Pratama merupakan tingkatan KLA terendah. Tingkatan di atasnya yakni madya, nindya, utama, dan KLA.

Capaian tingkatan pratama dinilai Esti merupakan progres positif dan bisa mendorong semua pihak untuk meningkatkan fasilitas anak di berbagai lini dari tingkat desa hingga kabupaten.

“Walau begitu kami tetap semangat mengupayakan agar Wonogiri menjadi KLA. Penilaian akan dilaksanakan tiga tahun mendatang. Berbagai upaya dilakukan agar semua fasilitas di daerah ramah anak, termasuk memahamkan masyarakat akan pentingnya memperhatikan hak anak,” ulas dia.

Desa Ramah Anak

Esti memerinci pada bidang pendidikan dan kesehatan, Wonogiri sudah memiliki sekolah, puskesmas, dan rumah sakit ramah anak. Tempat tersebut terdapat tempat bermain, ruangan bebas rokok, dan ruang hijau.

Pada tingkatan desa, di Kota Sukses sudah terdapat lima desa ramah anak, masing-masing di Wonogiri, Jatisrono, dan Wuryantoro. Selain itu Wonogiri sudah memiliki satuan tugas (satgas) perlindungan hingga pada tingkatan desa.

Setiap desa terdapat 10 anggota satgas. Total anggota lebih dari 3.000 orang. Kabid P3A, Rodhiyah, menambahkan membangun fasilitas ramah anak juga menjadi tanggung jawab organisasi perangkat daerah (OPD) lain. OPD harus bersinergi sesuai kewenangan masing-masing.

 

lowongan pekerjaan
CV MUTIARA BERLIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…