Rabu, 2 Agustus 2017 21:55 WIB Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Sepi, Penjualan Mobil Bekas Beralih ke Online

Penjualan mobil bekas usai Lebaran mengalami penurunan

Solopos.com, JOGJA-Penjualan mobil bekas usai Lebaran mengalami penurunan. Sepinya pembeli di bursa mobil bekas membuat para penjual beralih ke platform online.

Jojon Ardi, salah satu pedagang mobil bekas di Carsentro Jogja mengaku setelah Lebaran penjualan mobil bekas terasa sepi pembeli.

“Kalau sekarang kebanyakan orang sibuk membayar untuk keperluan sekolah. Pada masa liburan sekolah juga memang jarang ada pembeli, kebanyakan mereka fokus ke liburan dan sekolah dulu,” ujar Ardi, pekan lalu.

Head of Marketing and Public Relation Carmudi.co.id, Chandra Sidik mengatakan lesunya pasar mobil bekas setelah Lebaran karena bertepatan juga dengan kebutuhan sekolah memasuki tahun ajaran baru.

“Fenomena yang terjadi itu memang membuat bisnis pedagang mobil bekas terganggu,” ujar Chandra.

Chandra mengungkapkan pemasaran mobil bekas melalui dealer konvensional semestinya dapat dibarengi dengan penjualan secara online. Dia mengatakan hal itu bertujuan untuk memperluas cakupan pemasaran.

“Dengan demikian dapat menyentuh calon pembeli yang tersebar di berbagai wilayah,” imbuh Chandra.

Berdasarkan data dari Carmudi.co.id, tampak tidak terjadi penurunan jumlah pengiklan mobil bekas di platform ini. Kendati demikian, justru banyak penjual yang memasang iklan di situs Carmudi.

Chandra menambahkan, alasan banyaknya penjual mobil bekas yang beralih ke platform online, disebabkan karena sepinya pembeli yang datang ke dealer konvensional. Sepinya pembeli membuat stok mobil bekas di dealer-dealer offline mengalami penumpukan, sehingga membuat pedagang mobil bekas ini memilih menahan untuk membeli unit dari penjual pribadi.

“Beberapa waktu terakhir, kami melihat jumlah listing [pengiklan online] di Carmudi meningkat. Kebanyakan listing berasal dari penjual pribadi atau yang biasa kami sebut organik listing. Hal ini kami pahami sebagai peningkatan kesadaran pemasaran mobil bekas secara online,” jelas Chandra.

Lebih lanjut Chandra mengungkapkan jumlah pengiklan mobil bekas pada Juli meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Jumlah pengiklan yang masuk yakni mencapai 3.567 unit mobil bekas.

Peningkatan terbesar berasal dari mobil bekas yang dijual dengan kisaran harga di bawah Rp100 juta. Mobil bekas dari Toyota masih mendominasi lapak online.

“Mobil Toyota dengan harga di bawah Rp100 juta yang paling banyak dijual di platform online di antaranya Krista, LX hingga Grand,” imbuh Chandra.

lowongan pekerjaan
PT. SO GOOD FOOD, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

Universitas Prasetiya Mulya Tawarkan Program Pendidikan Ini ke Semarang

Universitas Prasetiya Mulya menawarkan program pendidikan yang sarat dengan entreprenurship atau kewirausahaan kepada warga Semarang. Solopos.com, SEMARANG — Universitas Prasetiya Mulya, Senin (16/10/2017), menggelar media launcheon di Kota Semarang, Jawa Tengah. Program pendidikan yang pekat dengan entreprenurship atau kewirausahaan pun…