Mbah Parmo, 82, terluka tangannya akibat serangan monyet liar di Desa Bangkok, Karanggede, Selasa (1/8/2017) lalu. (Istimewa) Mbah Parmo, 82, terluka tangannya akibat serangan monyet liar di Desa Bangkok, Karanggede, Selasa (1/8/2017) lalu. (Istimewa)
Rabu, 2 Agustus 2017 18:15 WIB Aries Susanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

SATWA LIAR BOYOLALI
Korban Serangan Monyet Terus Berjatuhan, Penembak Jitu Kembali Disiagakan

Satwa liar Boyolali, pasukan penembak jitu kembali disiagakan menyusul makin banyaknya korban serangan monyet.

Solopos.com, BOYOLALI — Serangan monyet liar di kawasan Karanggede dan Kemusu, Boyolali, tak kunjung mereda. Bahkan, dalam dua hari terakhir dua warga kembali diserang monyet liar dengan luka cukup parah.

Anggota tim pemburu monyet liar Karanggede, Sukimin, mengatakan korban terakhir adalah kakek lanjut usia (lansia), Mbah Parmo, 82. Korban asal Desa Bangkok, Karanggede, tersebut mendapatkan 42 jahitan di lengan kanannya akibat cakaran dan gigitan monyet liar saat rebahan di teras rumahnya. (Baca juga: Teror Monyet Liar Meluas ke Kemusu)

“Korban diserang Selasa [1/8/2017] sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, Mbah Parmo sedang rebahan di lincak teras rumahnya, mendadak diserang monyet bertubi-tubi,” ujarnya kepada Solopos.com, Rabu (2/8/2017).

Menurut keterangan Mbah Parmo, jelas Sukimin, serangan monyet liar itu cukup ganas dan berangsung sangat cepat. Gerakan monyet saat menyerang mirip gerakkan menguliti pisang dan memakannya.

“Keruan saja, gigi-gigi taring monyet itu merobek lengan Mbah Parmo cukup parah,” paparnya.

Insiden yang menimpa Mbah Parmo ini hanya berselang satu hari setelah sebelumnya monyet liar menyerang warga Kauman, Kemusu, di lengan kaki kirinya. Atas serangkaian insiden itu, Sukimin langsung mengontak polisi, koramil, serta penembak dari Perbakin dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah.

“Dalam sepekan ke depan, satuan dari polisi, TNI, BKSDA, dan Perbakin akan kembali perang terbuka melawan monyet liar. Kami dengan senang hati menyiapkan penginapan selama sepekan ke depan,” ujar Kades Sendang itu.

Kapolsek Karanggede, AKP Margono, meminta warga, khususnya warga lansia dan anak-anak mewaspadai serangan monyet liar. Rata-rata korban yang menjadi sasaran monyet adalah kaum lansia dan anak-anak.

Apalagi, saat ini telah masuk musim kemarau sehingga semakin besar kemungkinannya monyet-monyet di perbukitan turun ke permukiman. “Warga jangan sampai lengah. Selalu waspada jika bepergian ke sawah atau ladang,” terangnya.

Berdasarkan catatan Solopos.com, perang terbuka terhadap gerombolan monyet liar pernah dilakukan satuan khusus dari polisi, TNI, BKSDA, dan Perbakin, beberapa bulan lalu. Meski demikian, upaya itu belum membuahkan hasil.

Terakhir, tim pemburu menembak seekor monyet hingga tewas. Namun, setelah penembakan itu justru aksi teror kawanan monyet kian menggila. Jumlah korban bahkan telah mencapai belasan warga dengan luka robek hingga pergelangan kaki nyaris putus.

NASMOCO SOLOBARU, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Kepada H.B. Jassin

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (31/7/2017). Esai ini karya Hanputro Widyono, editor buku Jassin yang Kemarin (2017) dan  berstatus mahasiswa di Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah hanputrowidyono@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Jassin…