Puluhan suporter Persiba, Paserbumi mendatangi gedung DPRD Bantul untuk mengadu kasus dugaan penganiayaan oleh SatPol PP, Rabu (2/8/2017).(Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja) Puluhan suporter Persiba, Paserbumi mendatangi gedung DPRD Bantul untuk mengadu kasus dugaan penganiayaan oleh SatPol PP, Rabu (2/8/2017).(Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 2 Agustus 2017 22:20 WIB Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

RICUH SUPORTER
Satpol PP dan Paserbumi Sama-Sama Lapor Polisi

Ada dua laporan yang masuk terkait dugaan pengeroyokan suporter sepakbola Bantul, Paserbumi

Solopos.com, BANTUL– Kasatreskrim Polres Bantul AKP Anggaito Hadi Prabowo membenarkan ada dua laporan yang masuk terkait dugaan pengeroyokan suporter sepakbola Bantul, Paserbumi.

Baca juga : RICUH SUPORTER : Buntut Dugaan Pengeroyokan, Paserbumi Minta Perlindungan dan Dukungan DPRD

Laporan itu datang dari pihak Paserbumi dan SatPol PP. Namun meski di hari yang sama, pihak SatPol PP lebih dahulu melapor.

“Beda beberapa menit saja karena Paserbumi harus ke rumah sakit dulu,” kata Anggaito, Rabu (2/8/2017).

Anggaito mengatakan laporan telah masuk SPK kemarin dan Laporan Polisi (LP) turun hari ini. Kini, pihaknya sedang menyiapkan mindik (administrasi penyidikan) untuk dapat melakukan pemeriksaan pihak-pihak terkait. “Surat panggilan sih saya kirim paling lambat besok,” tuturnya.

PT BPR RESTU KLATEN MAKMUR, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Sejarah ”Pahitnya” Garam Nusantara

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (1/8/2017). Esai ini karya M. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Gonjang-ganjing garam dalam beberapa pekan terakhir masih terasa. Pepatah ”bagai…