Puluhan suporter Persiba, Paserbumi mendatangi gedung DPRD Bantul untuk mengadu kasus dugaan penganiayaan oleh SatPol PP, Rabu (2/8/2017).(Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja) Puluhan suporter Persiba, Paserbumi mendatangi gedung DPRD Bantul untuk mengadu kasus dugaan penganiayaan oleh SatPol PP, Rabu (2/8/2017).(Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 2 Agustus 2017 17:55 WIB Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

RICUH SUPORTER
Buntut Dugaan Pengeroyokan, Paserbumi Minta Perlindungan dan Dukungan DPRD

Puluhan suporter Paserbumi mendatangi kantor DPRD Bantul pada Rabu (2/8/2017) siang

 

Solopos.com, BANTUL--Puluhan suporter Paserbumi mendatangi kantor DPRD Bantul pada Rabu (2/8/2017) siang. Maksud kedatangan mereka untuk mengadu dan meminta perlindungan terkait dugaan pengeroyokan oknum SatPol PP pada dua suporter Paserbumi, Selasa (2/8/2017) kemarin.

Baca juga : PERSIBA BANTUL : Dituding Merencanakan Pengeroyokan, Ini Penjelasan SatPol PP

“Kami meminta perlindungan DPRD dan dukungan agar dapat meluruskan kejadian ini,” ujar Lurah Paserbumi, Rumawan saat berorasi di depan gedung DPRD.

Ia menyebut kedatangan Paserbumi ke kantor SatPol PP adalah untuk memenuhi undangan resmi SatPol PP. Pada kesempatan tersebut, fotocopy undangan resmi yang disebut-sebut oleh Rumawan pun dibagikan oleh suporter Paserbumi.

Usai berorasi, enam orang perwakilan Paserbumi diterima oleh beberapa perwakilan DPRD di ruang Ketua DPRD Bantul. Dalam audiensi, Kepala Divisi Advokasi Paserbumi Kurniawan menyampaikan beberapa hal.

Pertama, SatPol PP sebagai intitusi yang berkewenangan menegakkan Perda harusnya tidak overlap dalam menjalankan tugasnya dengan kewenangan kepolisian.

Kedua, pihaknya menyesalkan adanya anggota SatPol PP bernama Syakir Abdul Aziz yang melaporkan Agung Prasetyo dan Eren Nursiyam dengan dugaaan tindakan pengeroyokan yang terjadi saat laga Persiba Bantul kontra PSSM Magelang pada Senin (24/7/2017).

“Seperti sudah direncanakan. Apakah undangan mediasi itu sebenarnya hanya kamuflase?” ucap Kurniawan.

Ketiga, pihaknya menegaskan tidak ada unsur politis dalam kejadian ini. Terkait saling lapor antara Paserbumi dan SatPol PP, Kurniawan menyebut jika memang terbukti pihaknya mempersilakan proses hukum dilanjutkan.

“Apalagi sudah jelas ada lokalisir dan ada pelakunya, jadi kasus yang kami laporkan juga harus diproses secara hukum,” tegasnya.

Ia juga mengatakan akan mendatangi Mapolres Bantul pada Jumat (4/8/2017) untuk menagih kelanjutan laporan tersebut.

Sedangkan Ketua DPRD Bantul, Hanung Raharjo menjanjikan akan segera memanggil pihak SatPol PP melalui Komisi A untuk klarifikasi dan mengumpulkan informasi agar berimbang.

Namun pihaknya juga mendorong agar sebisa mungkin permasalahan ini bisa diselesaikan dengan jalan kekeluargaan. Ia juga mewanti-wanti baik dari Paserbumi ataupun SatPol PP agar tetap menjaga suasana agar kondusif sembari menunggu proses hukum berlangsung.

“Paling lambat kami panggil [pihak SatPol PP] besok pagi,” tegasnya.

SOLO BAKERY, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Menggali Keluhuran Ajaran Leluhur

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Senin (14/8/2017). Esai ini karya Al. Waryono, guru di SMKN 2 Klaten yang merupakan alumnus Pascasarjana Teknik Metalurgi Institut Teknologi Bandung. Alamat e-mail penulis adalah al.waryono62@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Orang Barat (Eropa) berusaha menaklukkan alam dengan kepandaian…