Dua siswa SMKN 2 Karanganyar merangkai sakelar online di sekolah mereka, Selasa (1/8/2017). (Ponco Suseno/JIBI/Solopos) Dua siswa SMKN 2 Karanganyar merangkai sakelar online di sekolah mereka, Selasa (1/8/2017). (Ponco Suseno/JIBI/Solopos)
Rabu, 2 Agustus 2017 05:35 WIB Ponco Suseno/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

Praktis dan Bermanfaat, Sakelar Online Karya Siswa SMKN 2 Karanganyar Menangi Krenova

Pelajar SMKN 2 Karanganyar membuat sakelar yang bisa dioperasikan online.

Solopos.com, KARANGANYAR — Diawali maraknya pengguna smartphone atau telepon seluler (ponsel) pintar di lingkungan sekitar, dua siswa SMKN 2 Karanganyar ini terinspirasi menciptakan sakelar online.

Melalui sakelar online, seseorang tak perlu khawatir lagi saat meninggalkan rumah dengan kondisi lampu masih menyala. Hal ini juga berlaku bagi pemilik berbagai macam barang elektronik yang sistem on/off-nya menggunakan sakelar.

Dua siswa pembuat sakelar online itu, yakni Revo Alderi A., 19 dan Ananda Ikhsan N.F., 17. Keduanya tercatat sebagai siswa jurusan rekayasa perangat lunak (RPL) kelas XII SMKN 2 Karanganyar.

Pada Selasa (1/8/2017) pagi, Revo dan Ananda sibuk merangkai beberapa kabel bagian dari komponen pembuatan sakelar online. Didampingi guru pendamping, Isnu Pujio, dua siswa SMKN 2 Karanganyar itu mengecek setiap rangkaian komponen listrik, seperti sakelar, riley, arduino, power supply, dan perangkat penangkap wifi sebagai penangkap sinyal. Berbagai komponen listrik dan wifi itu dirangkai menjadi satu.

Revo dan Ananda menyiapkan empat sakelar sebagai alat menghidupkan dan mematikan lampu, kipas angin, filter air, dan radio. Setelah mengecek rangkaian listriknya dapat menyalakan keempat barang elektronik, siswa asal Kerjo, Karanganyar, ini mengecek program yang telah dibuat di laptopnya.

Program tersebut untuk membuat sakelar online. Agar sakelar online dapat berfungsi, Revo dan Ananda juga membuat aplikasi sendiri yang dinamakan aplikasi sakelar online.

Keduanya memasang aplikasi itu di smartphone masing-masing. Aplikasi sakelar online yang dibuat dapat difungsikan untuk mematikan aliran listrik dari jarak jauh dengan sistem jaringan Internet.

Melalui aplikasi itu, Revo dan Ananda tak perlu lagi mematikan aliran istrik yang mengalir ke kipas angin, lampu, filter air, dan radio dengan memencet sakelar secara konvensional. Sebaliknya, Revo dan Ananda cukup menyentuh tombol berbentuk lampu di layar ponselnya yang baru saja dibuat.

“Kelebihan menggunakan sakelar online ini, pemiliknya dapat mematikan atau menghidupkan berbagai barang elektronik yang terhubung dengan aplikasi sakelar online. Bagi yang lupa mematikan lampu rumah saat bepergian, pemilik aplikasi sakelar online ini dapat mematikan dari jarak jauh,” jelas Revo yang mengaku menyukai dunia elektro dan programmer itu, saat ditemui wartawan di SMKN 2 Karanganyar, Selasa.

Caranya, lanjut Revo, dengan menyentuh tombol bergambar lampu yang sudah dibuat di aplikasi smartphone. Apa pun barang elektronik yang menggunakan sakelar dapat dipasangi sakelar online seperti itu.

Ananda mengatakan saat proses pembuatan sakelar online ia harus begadang. Ananda sering terlibat diskusi panjang dengan Revo, baik di sekolah atau di rumah. Pembuatan sakelar online membutuhkan waktu satu bulan.

“Saya sampai mengalami flu gara-gara sering begadang. Sakelar online ini sudah meraih juara I di lomba kreativitas dan inovasi [krenova] tingkat kabupaten beberapa waktu lalu. Nantinya, kami maju di tingkat Soloraya,” katanya.

Pembimbing Revo dan Ananda, Isnu Pujio, mengatakan prestasi yang diraih peserta didiknya sangat membanggakan bagi SMKN 2 Karanganyar. Untuk membuat sakelar online, Revo dan Ananda hanya merogoh kocek Rp200.000 untuk membeli beberapa alat, seperti riley, arduino, power supply, dan perangkat penangkap sinyal wifi.

“Sakelar online ini seluruhnya dibuat oleh mereka [Revo dan Ananda]. Saya hanya mendampingi. Kendala yang dihadapi mereka tergolong ringan, yakni saat melakukan pekerjaan finishing [membuat kotak dari kayu sebagai penopang sakelar]. Selebihnya, bakat dan minat mereka sudah menyatu,” katanya.

Kepala SMKN 2 Karanganyar, Wahyu Widodo, mengatakan prestasi yang diraih Revo dan Ananda di tingkat kabupaten sudah diprediksi sebelumnya. Besarnya manfaat sakelar online diharapkan dapat membantu masyarakat saat ini yang hidup di era teknologi.

“Alat ini belum kami komersialkan. Penggunaan alat ini masih di internal siswa. Masih ada beberapa hal yang perlu dirapikan lagi. Secara prinsip, kami sangat mendukung kreativitas siswa yang tujuannya memberikan asas manfaat ke masyarakat,” katanya.

lowongan peekrjaan
PT. Integra Karya Sentosa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…