Hary Tanoesoedibjo di Kantor Sementara Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Tanah Abang, Jakarta, Senin (12/6/2017), seusai menjalani pemeriksaan. (Juli ER Manalu/JIBI/Bisnis)
Rabu, 2 Agustus 2017 17:30 WIB JIBI/Solopos/Newswire Politik Share :

PILPRES 2019
Hary Tanoe Dukung Jokowi, PPP: Perindo Tak Bisa Jadi Pengusung

Hary Tanoesoedibjo berbalik mendukung Jokowi di Pilpres 2019. Namun PPP mengingatkan Perindo belum bisa menjadi pengusung.

Solopos.com, JAKARTA — Berbaliknya arah politik Hary Tanoesoedibjo dan gerbongnya, Partai Perindo, mendukung Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden pada Pilpres 2019 memang bisa menambah amunisi Presiden RI 2014-1019 itu. Namun, salah satu anggota koalisi pendukung pemerintah, PPP, mengingatkan batasan presidential treshold 20%.

Wakil Sekretaris Jenderal PPP Achmad Baidowi mengingatkan bahwa partai politik yang boleh mengusung Jokowi untuk Pilpres 2019 adalah partai yang pernah mengikuti Pemilu 2014. Hal itu sesuai dengan UU Pemilu terbaru yang mensyaratkan angka presidential treshold 20%.

“Namun harus diingat bahwa UU Pemilu yang baru disahkan mensyaratakan ketentuan presidential threshold 20-25 persen. Artinya bahwa pengusung adalah parpol yang pernah ikut Pemilu 2014,” kata Baidowi di Jakarta, Rabu (2/8/2017), menyusul pernyataan Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo yang akan mendukung Jokowi pada Pilpres 2019.

Dia mengatakan parpol baru bisa bergabung dan mendukung Jokowi pada Pilpres 2019, namun tidak berstatus pengusung. Menurut dia, dukungan terhadap Jokowi bukan sekadar deklarasi, namun harus ditopang dengan kerja mesin politik.

“Apabila ketentuan presidential treshold belum dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi maka parpol baru bisa bergabung dan hanya sebagai pendukung seperti di Pilkada,” kata Baidowi.

Menurut dia, apabila ketentuan PT belum dibatalkan, maka kedatangan Perindo tidak tercatat dalam Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai pengusung. Anggota Komisi II DPR itu mengatakan PPP belum bisa mengukur seberapa kuat dukungan Jokowi pasca-sikap Perindo itu karena partai ini belum pernah ikut pemilu.

“PPP tetap mendukung Jokowi karena sudah menjadi keputusan Musyawarah Kerja Nasional, dan saat ini kami sosialisasi ke tingkatan bawah,” kata dia.

Sebelumnya, Ketum Perindo Hary Tanoesoedibjo mengindikasikan dukungannya terhadap Presiden Joko Widodo sebagai capres 2019. “Untuk Pilpres, melihat perkembangan sekarang, Kongres Partai mendatang akan mengusulkan Pak Jokowi sebagai calon Presiden 2019,” tutur Hary Tanoe dikutip Solopos.com dari Okezone.

Sinyal positif tersebut disampaikan Hary Tanoe seusai acara Penganugerahan Kepala Daerah Inovatif Koran SINDO 2017 di Hotel Westin, Jakarta, Selasa (1/8/2017) yang juga dihadiri Mendagri Tjahjo Kumolo.

Hary Tanoe menuturkan DPP Partai Perindo juga sudah menyiapkan berbagai langkah guna menyukseskan Pilpres 2019 tersebut, khususnya bagi para kader yang bernaung pada Partai Perindo. “Dari Pileg, tentunya kami selalu menegaskan kepada seluruh kader dan pengurus untuk terus menerus menyatu ke masyarakat,” tegasnya.

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

Universitas Prasetiya Mulya Tawarkan Program Pendidikan Ini ke Semarang

Universitas Prasetiya Mulya menawarkan program pendidikan yang sarat dengan entreprenurship atau kewirausahaan kepada warga Semarang. Solopos.com, SEMARANG — Universitas Prasetiya Mulya, Senin (16/10/2017), menggelar media launcheon di Kota Semarang, Jawa Tengah. Program pendidikan yang pekat dengan entreprenurship atau kewirausahaan pun…