Ketua DPC PDIP Karanganyar, Endang Muryani (tiga dari kanan), bersama kader PDIP yang mengembalikan berkas pendaftaran di Kantor DPC setempat, Rabu (2/8/2017). (Ponco Suseno/JIBI/Solopos) Ketua DPC PDIP Karanganyar, Endang Muryani (tiga dari kanan), bersama kader PDIP yang mengembalikan berkas pendaftaran di Kantor DPC setempat, Rabu (2/8/2017). (Ponco Suseno/JIBI/Solopos)
Rabu, 2 Agustus 2017 22:35 WIB Ponco Suseno/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

PILKADA KARANGANYAR
Pendaftaran Cabup dan Cawabup PDIP Ditutup, Tak Ada Nama Paryono

Cabup yang diusung PDIP pada Pilkada Karanganyar 2013 tak mendaftar untuk 2018.

Solopos.com, KARANGANYAR — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Karanganyar secara resmi menutup pendaftaran dan penjaringan calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup), Rabu (2/8/2017) pukul 15.00 WIB.

Empat dari sembilan nama yang mengambil formulir pendaftaran cabup dan cawabup telah melengkapi sekaligus mengembalikan berkas pendaftaran ke Kantor DPC PDIP Karanganyar.

Dari keempat nama itu, tak ada nama mantan Ketua DPC Karanganyar yang saat ini menjadi pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jateng, Paryono. Padahal, Paryono diketahui merupakan kandidat terkuat di PDIP dalam memperebutkan kursi bupati di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018. (Baca juga: Baru 1 Orang Kembalikan Formulir, PDIP Perpanjang Waktu Penjaringan Cabup-Cawabup)

Di Pilkada 2013, PDIP Karanganyar mengusung Paryono sebagai cabup berpasangan dengan Dyah Shintawati. Pasangan yang menyingkat nama menjadi Pasti itu kalah bersaing dengan Juliyatmono-Rohadi Widodo (Yuro).

Ketua Panitia Pendaftaran dan Penjaringan PDIP Karanganyar, Sulardiyanto, mengatakan keempat nama yang mengembalikan formulir pendaftaran di DPC PDIP Karanganyar termasuk kader internal partai. Mereka yakni Sekretaris DPC PDIP Karanganyar Sri Harjono, Wakil Ketua Pemenangan Pemilu DPC PDIP Karanganyar Joko Pramono, Wakil Ketua Bidang Pengembangan Ekonomo DPC PDIP Karanganyar Rober Christanto, serta Ketua Bidang Seni dan Budaya DPC PDIPKaranganyar Sulardiyanto.

Di samping keempat nama tersebut, sebenarnya ada satu nama yang dijadwalkan mengembalikan formulir pendaftaran ke DPC PDIP Karanganyar, Rabu sore. Nama dari kalangan eksternal PDIP itu, yakni Suwardi Subroto asal Bekasi.

Namun, hingga pukul 15.00 WIB, Suwardi Subroto asal Bekasi itu tak mengembalikan formulir pendaftaran. “Hari ini [kemarin], keempat nama sudah mengembalikan formulir pendaftaran cabup dan cawabup di DPC PDIP Karanganyar. Tugas panitia pendaftaran dan penjaringan hanya sampai memverifikasi data dan berkas yang sudah masuk. Waktunya kurang lebih satu pekan,” kata Sulardiyanto saat konferensi pers di Kantor DPC PDIP Karanganyar, Rabu.

Hasil verifikasi akan dikirim ke DPD PDIP Jateng. Sulardiyanto mengatakan pendaftaran cabup dan cawabup di Bumi Intanpari juga dapat dilakukan di DPD Jateng dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP.

Panitia penyelenggara berharap tahap penjaringan itu memunculkan kader terbaik partai yang siap mengabdikan diri di Bumi Intanpari. “Tidak ada nama Pak Paryono di pendaftaran DPC PDIP Karanganyar. Terkait rekomendasi kami menyerahkan ke DPP,” katanya.

Ketua DPC PDIP Karanganyar, Endang Muryani, mengatakan PDIP aktif menjalin komunikasi dengan partai politik (parpol) lain di Bumi Intanpari guna membuka peluang koalisi. Hal itu dilakukan kendati PDIP Karanganyar dapat mengusung cabup dan cawabup tanpa berkoalisi dengan partai lain karena sesuai perolehan jumlah kursi DPRD, PDIP memenuhi syarat.

PDIP memperoleh 14 kursi di DPRD Karanganyar. Sedangkan batas minimal untuk bisa mengusung cabup dan cawabup di Karanganyar sembilan kursi.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…