Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Dok) Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Dok)
Rabu, 2 Agustus 2017 19:20 WIB Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Penjualan Otomotif Sepi, Dealer Hapus Uang Demi Muka Demi Tarik Pelanggan

Penurunan penjualan terjadi pada bidang otomotif. Kondisi ini membuat pengelola diler harus berpikir kreatif untuk mendongkrak penjualannya

Solopos.com, JOGJA-Penurunan penjualan terjadi pada bidang otomotif. Kondisi ini membuat pengelola dealer harus berpikir kreatif untuk mendongkrak penjualannya.

Eko Kurniawan selaku Manager Operasional PT Indojaya Motor Sukses (Suzuki) Wilayah Pemasaran DIY mengakui adanya penurunan penjualan. “Iya, tren pasar turun,” tuturnya, Selasa (1/8/2017).

Menurutnya, penjualan yang paling mengalami koreksi adalah motor Nex.

Dalam kondisi seperti itu, dealer berusaha menciptakan program-program menarik agar bisnis otomotifnya kembali bergeliat. Suzuki melakukan beberapa terobosan dengan memberi kemudahan untuk proses kredit. “Bentuknya tanpa DP [uang muka] untuk Nex dan Address,” lanjut Eko.

Selain itu, Suzuki juga memberikan hadiah menarik berupa jaket bomber untuk produk Satria, kupon undian gratis nonton Moto GP, serta hadiah cabutan elektronik untuk pembelian selama pameran di Bantul Expo.

Ia mengakui, sebelumnya tawaran-tawaran menarik itu memang sudah pernah dilakukan hanya saja kali ini Suzuki lebih fokus untuk memberikan barang-barang yang menarik dan bernilai guna tinggi.

Dealer Suzuki juga secara interpersonal melakukan pendekatan pada masyarakat umum dengan berbagai aktivitas promosi. “Kami lakukan promosi baik di pedukuhan, home industri, pasar, pabrik, dan juga instansi,” katanya.

Kondisi tersebut berbeda dengan kondisi penjualan Vespa Piaggio yang justru mengaku mengalami kenaikan. Supervisor CV Kharisma Motor Piagio Vespa DIY Irfan Ade Chandra mengatakan, Vespa Jogja dan Solo selama satu semester kemarin cenderung stabil.

“Bulan-bulan kemarin guna meningkatkan penjualan, kita lebih sering ikut event otomotif di pameran,” katanya. Cara itulah yang membuat perputaran transaksi terus terjadi.

Ia mengaku senang karena memasuki semester II pada 2017 ini, penjualan sudah menunjukkan tren yang positif. Peningkatan penjualan sudah terlihat sebanyak 30% per bulan.

Sementara pada segmen roda empat, penjualan mobil bekas juga tersendat. Romi Sulistiono selaku Manager Operasional Gogo Mobilindo mengaku, meski setiap bulan mobil yang terjual masih stabil, tetapi proses untuk sampai melepas barang pada konsumen cukup berat. Pemasaran perlu digalakkan untuk sampai pada titik konsumen mau membeli mobil yang ada di showroomnya.

Sementara di dealer Nasmoco Janti, penjualan mengalami kenaikan. “Kami [Nasmoco Janti] naik sekitar enam persen,” tuturnya.

Andil paling banyak adalah produk Toyota Avanza yang memberi andil 45% dari seluruh total penjualan di Nasmoco Janti.

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Akuntabilitas Dana Desa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (9/8/2017). Esai ini karya Agus Riewanto, doktor Ilmu Hukum dan dosen di Fakultas Hukum dan Program Pascasarjana Ilmu Hukum Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah agusriewanto@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dalam beberapa tahun belakangan ini…