Belasan pedagang Pasar Kembang melakukan aksi topo pepe di Alun-alun Utara (Altar), Minggu (16/7/2017) siang. (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja) Belasan pedagang Pasar Kembang melakukan aksi topo pepe di Alun-alun Utara (Altar), Minggu (16/7/2017) siang. (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 2 Agustus 2017 12:55 WIB I Ketut Sawitra Mustika/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

PENATAAN STASIUN TUGU
Haryadi : Pemkot Bukan Satu-satunya Pihak yang Bertanggungjawab Atas Nasib Pedagang

Penataan Stasiun Tugu, pedagang mempertanyakan nasib.

Solopos.com, JOGJA — Pemerintah Kota Jogja hingga saat ini belum bisa memberikan solusi atas kejelasan nasib pedagang yang dulu berjualan di Pasar Kembang. Para pedagang berharap, kalau pun tidak ada relokasi, minimal mendapatkan kompensasi supaya ada modal untuk membuka usaha baru.

Baca Juga : PENATAAN STASIUN TUGU : Nasib Pedagang Tunggu Rapat Pemkot & PT KAI

Saat ditanya oleh para wartawan, Haryadi Suyuti mengatakan para pedagang eks Pasar Kembang menemui dirinya untuk menyampaikan kondisinya saat ini, dan menurutnya hal tersebut akan segera disampaikan ke PT.KAI Daerah Operasional 6 [Daops 6].

Ia menyatakan Pemkot Jogja bukanlah satu-satunya pihak yang harus bertanggungjawab atas nasib pedagang.

“Siapa bilang solusinya di Pemkot?. Kami begini, solusinya itu bersama [antara Pemkot Jogja dan PT KAI],” jelasnya, Selasa (2/8/2017).

Sebelumnya, Kepala PT.KAI Daops 6, Hendy Helmi menyatakan bukan ranah KAI untuk memberikan solusi terhadap para pedagang Pasar Kembang, melainkan kewenangan Pemerintah Kota Jogja. “Biar dijelaskan Pemkot nanti,” kata dia.

Haryadi melanjutkan, walaupun keberadaan Pasar Kembang sebagai pasar tradisional telah dihapus tapi nasib para pedagang tetap akan dipikirkan dan dicarikan solusinya segera.

Sebagaimana diketahui Pasar Kembang dihapus keberadaaan karena lahannya sudah dimanfaatkan oleh PT KAI Daops 6. Penghapusan tersebut tertuang pada Peraturan Wali Kota Jogja Nomor 51 Tahun 2017 tentang Perubahan Keempat Atas Perubahan Perwal Nomor 13 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksana Perda Nomor 2 Tahun 2009 tentang Pasar.

SD MUHAMMADIYAH PK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Kepada H.B. Jassin

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (31/7/2017). Esai ini karya Hanputro Widyono, editor buku Jassin yang Kemarin (2017) dan  berstatus mahasiswa di Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah hanputrowidyono@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Jassin…