Sejumlah pekerja memasang pagar batas tanah milik PT Angkasa Pura I yang digunakan sebagai lokasi pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) di wilayah Temon, Kulonprogo, Senin (15/5/2017). (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja) Sejumlah pekerja memasang pagar batas tanah milik PT Angkasa Pura I yang digunakan sebagai lokasi pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) di wilayah Temon, Kulonprogo, Senin (15/5/2017). (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 2 Agustus 2017 15:20 WIB Rima Sekarani/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Lowongan Kerja Fiktif Atas Nama PT Angkasa Pura Beredar di Kulonprogo

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kulonprogo menerima laporan terkait dugaan penipuan perekrutan tenaga kerja

 
Solopos.com, JOGJA- Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kulonprogo menerima laporan terkait dugaan penipuan perekrutan tenaga kerja, Selasa (1/8/2017). Warga merasa curiga karena ada penarikan biaya perekrutan.

Kepala Disnakertrans Kulonprogo, Eko Wisnu Wardhana mengatakan, oknum yang mengatasnamakan dirinya sebagai PT Angkasa Pura I itu meminta calon tenaga kerja membayar sekitar Rp1 juta. Uang itu disebut sebagai biaya akomodasi dan harus disetorkan paling lambat Selasa kemarin.

“Katanya untuk biaya akomodasi. Ada dua orang yang lapor. Untung mereka bilang ke dinas dulu karena curiga,” ujar Eko saat ditemui di SMK Negeri 2 Pengasih, Rabu (2/8/2017).

Eko mengungkapkan, laporan itu langsung ditindaklanjuti dengan menghubungi pihak yang dicatut. PT Angkasa Pura I pun menegaskan tidak ada pemungutan biaya pada setiap proses perekrutan tenaga kerja oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu. Dengan demikian, informasi lowongan kerja yang diterima warga dipastikan sebagai penipuan.

Kasus serupa pernah terjadi pada 2016 lalu. Saat itu, sejumlah lulusan baru dari beberapa SMA/SMK curiga terhadap proses perekrutan tenaga kerja oleh oknum yang diduga berasal dari Lembaga Penempatan Tenaga Kerja Swasta (LPTKS) ilegal. Mereka mempertanyakan penarikan biaya pendaftaran dan pemberangkatan yang mencapai Rp4 juta.

Eko lalu mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap proses penempatan tenaga kerja yang tidak sesuai peraturan berlaku. Jika melihat ada sesuatu yang tidak beres atau mencurigakan, segera lapor ke Dinsosnakertrans Kulonprogo agar dapat ditindaklanjuti.

Tindakan tegas bakal dilakukan jika terbukti ada praktek penipuan atau pelanggaran lain, mulai dari sanksi administratif hingga menempuh jalur hukum.

Eko menambahkan, instansinya juga memiliki layanan bursa kerja online. “Masyarakat bisa mencari informasi di sana, seperti lowongan kerja atau program pelatihan,” kata Eko.

Sementara itu, Humas Proyek Pembangunan NYIA PT Angkasa Pura I, Gani Wijaya mengatakan, pembangunan bandara baru berpotensi dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab. Mereka bisa saja melakukan penipuan dengan mencatut nama PT Angkasa Pura I.

Soal dugaan kasus penipuan yang dilaporkan ke Dinsosnakertrans Kulonprogo, Gani menegaskan tidak ada biaya apapun dalam perekrutan tenaga kerja. PT Angkasa Pura I bahkan belum membuka lowongan kerja lagi setelah April lalu.  “Kalau ada biaya, berarti itu penipuan,” ujar Gani.

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…