Ilustrasi kerusuhan suporter sepak bola. (JIBI/Solopos/Dok.) Ilustrasi kerusuhan suporter sepak bola. (JIBI/Solopos/Dok.)
Rabu, 2 Agustus 2017 19:50 WIB Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

LIGA 2
Polda Jateng Siap Kawal Sanksi Komdis PSSI bagi Suporter Sleman

Liga 2 diwarnai kerusuhan yang melibatkan suporter PSS Sleman.

Solopos.com, SEMARANG — Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah (Jateng) menyatakan kesiapan mengawal keputusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI terkait sanksi terhadap suporter tim Liga 2, PSS Sleman. Meski pun hukuman buat suporter PSS, baik Brigata Curva Sud (BCS) maupun Slemania, yang diberikan Komdis PSSI terkesan lebih ringan daripada rekomendasi yang diberikan Polda Jateng.

“Ya kami siap mengawal keputusan Komdis PSSI itu. Kalau memang suporter Sleman tidak boleh mendampingi timnya bertanding, kami juga siap memberi larangan,” ujar Kapolda Jateng Condro Kirono saat dijumpai wartawan seusai acara halalbihalal di rumah makan Vina House, Kota Semarang, Rabu (2/8/2017).

Dalam keputusan Komdis PSSI itu, PSS Sleman dihukum tidak boleh disaksikan suporter dalam empat laga Liga 2. Dua laga dilakoni PSS di kandang, sedang dua laga lainnya dijalani PSS di markas PSGC Ciamis dan Persip Pekalongan.

Dengan putusan itu, maka suporter PSS hanya dua kali tidak boleh melintasi wilayah Jateng. Padahal, suporter tim berjuluk Elang Jawa (Elja) itu kerap membuat rusuh saat bertandang ke wilayah Jateng, seperti saat menghadapi Persijap Jepara maupun Persibas Banyumas. Bahkan, seusai pulang dari menyaksikan tim kesayangannya menghadapi Persibas, suporter PSS berbuat ulah di Temanggung dan menyebabkan satu warga Secang, Kabupaten Magelang, diserang hingga meninggal dunia, Minggu (23/7/2017).

Rentetan kerusuhan itu pun membuat Polda Jateng geram. Polda pun membuat permohonan larangan untuk suporter PSS Sleman melintas di wilayah Jateng yang diajukan ke PSSI. “Permohonan itu sudah diakomodasi PSSI. Atas rujukan kami, Komdis PSSI akhirnya memberikan sanksi kepada PSS dan suporternya,” imbuh Kapolda.

Lebih lanjut, Kapolda juga mengimbau pada suporter sepak bola di Jateng, baik yang timnya berlaga di Liga 2 maupun Liga 3, untuk menjaga keamanan dan ketertiban. “Sepak bola itu alat pemersatu bangsa. Jadi, jangan disalahgunakan untuk memecahbelah persatuan,” terang Kapolda.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
BPR SAMI MAKMUR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…