Ilustrasi tahanan (now.msn.com) Ilustrasi tahanan (JIBI/Solopos/Dok.)
Rabu, 2 Agustus 2017 15:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

KORUPSI BLORA
Disangka Sunat Dana Hibah Sapi, Mantan Anggota DPRD Blora Ditahan

Korupsi dana hibah program bantuan ternak sapi menjerat mantan anggota DPRD Blora sebgai tersangka.

Solopos.com, SEMARANG — Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah menahan Bakoh Santoso, mantan anggota DPRD Kabupaten Blora yang menjadi tersangka dugaan korupsi dana hibah program bantuan ternak sapi yang bersumber dari APBD kabupaten setempat pada 2014. “Berkas penyidikannya sudah lengkap, dilimpahkan dari Polda Jawa Tengah,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Sugeng Riyadi di Semarang, Selasa (1/8/2017).

Bersama dengan politikus Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut, ditahan pula tiga tersangka lain dalam perkara yang sama. Ketiga tersangka itu merupakan pegawai yang pernah bertugas di Dinas Pertanian Perkebunan Perikanan dan Peternakan Kabupaten Blora, masing-masing Imam Kusaeni, Lasum, dan Dwi Arijanto. Berkas keempat tersangka tersebut selanjutnya akan segera dilimpahkan ke penuntutan untuk dibuatkan rencana dakwaan.

Bakoh Santoso ditetapkan aparat Polda Jateng sebagai tersangka dugaan korupsi dana hibah program bantuan ternak sapi yang bersumber dari APBD Kabupaten Blora. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Lukas Akbar Abriari mengatakan Bakoh diduga menyunat dana bantuan hibah yang diperuntukkan bagi para peternak itu.

Menurut dia, terdapat sekitar 60 kelompok tani yang mendapat bantuan tersebut. Terhadap para penerima bantuan itu, tersangka meminta bagian yang nilainya bervariasi antara Rp300.000 hingga Rp1 juta.

Polisi juga menetapkan tiga anggota tim pengkaji penerima bantuan hibah tersebut sebagai tersangka karena memotong dana bantuan tersebut dengan besaran 5% hingga 10%. Kerugian negara akibat tindak pidana korupsi para pesakitan asal Blora tersebut mencapai sekitar Rp1 miliar.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Kami Toko Cat Warna Abadi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Sejarah ”Pahitnya” Garam Nusantara

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (1/8/2017). Esai ini karya M. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Gonjang-ganjing garam dalam beberapa pekan terakhir masih terasa. Pepatah ”bagai…