Warga bertakziah di rumah korban ledakan atau evaporator Pabrik Gula Pagottan, Saudi, 54, di Desa Uteran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Senin (31/7/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com) Warga bertakziah di rumah korban ledakan atau evaporator Pabrik Gula Pagottan, Saudi, 54, di Desa Uteran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Senin (31/7/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Rabu, 2 Agustus 2017 20:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

Korban Tewas akibat Ledakan Evaporator PG Pagottan Madiun Jadi 2 Orang

Jumlah korban tewas akibat ledakan evaporator di PG Pagottan Madiun bertambah jadi dua orang.

Solopos.com, MADIUN — Jumlah korban tewas akibat ledakan mesin penguapan air gula atau evaporator di Pabrik Gula Pagottan, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, bertambah jadi dua.

Korban tewas kedua tersebut yaitu Lutfi Zaki Jauhari, 40. Lutfi meninggal dunia pada Selasa (1/8/2017) malam setelah sekitar 10 hari dirawat di Rumah Sakit Lavalette, Malang.

Pejabat Humas PTPN XI Brilliant Johan Anugerah mengatakan Lutfi Zaki Jauhari meninggal dunia karena luka bakar yang dideritanya. Luka bakar yang diderita Lutfi sekitar 90% akibat siraman air panas di tabung evaporator di pabrik gula itu yang meledak pada Jumat (21/7/2017) malam.

Sebelum Lutfi, korban ledakan evaporator di PG Pagottan bernama Saudi, 54, juga meninggal dunia setelah sepekan dirawat di RS Lavalette Malang, Minggu (30/7/2017). “Jenazah Lutfi sudah dimakamkan di permakaman umum Desa Jetis, Kecamatan Geger, Rabu [2/8/2017] pagi,” kata dia, Rabu sore.

Brilliant menyampaikan perusahaan langsung memberikan hak-hak korban kepada keluarganya. Hak-hak itu antara lain santunan uang tunai senilai Rp55 juta. Keluarga korban juga akan mendapatkan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan yang saat ini masih diurus.

Dia menuturkan dua korban ledakan yang meninggal dunia sepekan sebelumnya dalam kondisi membaik. Saat ini masih ada satu korban bernama Heri Subiantoro yang masih dirawat di RSUP Dr. Soedono Kota Madiun.

“Kondisi Heri ini semakin membaik. Kami berharap segera sembuh dan bisa aktif bekerja seperti semula,” ujar Brilliant.

Lebih lanjut, untuk pengoperasian mesin giling di PG Pagottan hari ini mulai dioperasionalkan. Namun, ia belum mendapat kepastian dari manajemen PG Pagottan.

Tebu yang biasanya digiling di PG Pagottan, kata dia, hingga kini masih digiling di pabrik gula lainnya seperti PG Rejoagung, PG Purwodadi, dan PG Sudono.

Mengenai penyebab meledaknya evaporator PG Pagottan, dia menunggu kepastian informasi dari kepolisian.

 

lowongan pekerjaan
CV.ASR MEDIKA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…