Petani lereng Gunung Muria, Dawe, Kudus, Jateng, Senin (31/7/2017), memanen kopi robusta hasil budi daya mereka. (JIBI/Solopos/Antara/Yusuf Nugroho) Petani lereng Gunung Muria, Dawe, Kudus, Jateng, Senin (31/7/2017), memanen kopi robusta hasil budi daya mereka. (JIBI/Solopos/Antara/Yusuf Nugroho)
Rabu, 2 Agustus 2017 01:50 WIB JIBI/Solopos/Antara/Yusuf Nugroho Feature Share :

Foto Kopi Muria Khas Kudus Panen Raya

Kopi Muria dipanen di Kabupaten Kudus

 Panen raya kopi robusta di perkebunan lereng Gunung Muria, Dawe, Kudus, Jateng, Senin (31/7/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Yusuf Nugroho)


Panen raya kopi robusta di perkebunan lereng Gunung Muria, Dawe, Kudus, Jateng, Senin (31/7/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Yusuf Nugroho)

Petani lereng Gunung Muria, Senin (31/7/2017), memulai panen raya kopi robusta yang mereka budi dayakan di 452 ha lahan perkebunan wilayah Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng). Kopi Muria dianggap para penggemar kopi sebagai kopi khas Kudus. Kopi jenis robusta itu dijual dengan harga Rp6.000/kg untuk kopi basah dan Rp24.000/kg untuk kopi kering.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 

lowongan pekerjaan
BMT ALFA DINAR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…