Ilustrasi kemiskinan (JIBI/Harianjogja/Dok.) Ilustrasi kemiskinan (JIBI/Harianjogja/Dok.)
Rabu, 2 Agustus 2017 16:50 WIB Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

KEMISKINAN SEMARANG
Pemkot Bedah 1.162 Rumah Warga Miskin

Kemiskinan di Semarang, salah satu pengentasannya dilakukan pemkot dengan memperbaiki alias bedah rumah tidak layak huni milik warga tidak mampu.

Solopos.com, SEMARANG – Selama Agustus 2017, Pemkot Semarang berencana memperbaiki 1.162 rumah tidak layak huni milik warga tidak mampu. Upaya itu dilakukan Pemkot Semarang sebagai salah satu cara menanggulangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga miskin di kota tersebut.

Perbaikan rumah keluarga miskin yang dilakukan Pemkot Semarang itu merupakan bagian program Pembangunan Rumah dan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) 2017. Program ini resmi diluncurkan dalam sebuah acara yang dihadiri langsung Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, di Kelurahan Tambangan, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Selasa (1/8/2017).

Dalam sambutannya, Hendi, sapaan Wali Kota Semarang, menilai ada beberapa faktor yang menyebabkan kemiskinan. Salah satu faktor itu tak lain adalah tempat tinggal atau permukiman.

“Ada beberapa faktor penyebab permukiman kumuh, salah satunya alam dan di Semarang adalah rob dan banjir. Selain itu juga faktor ekonomi, yang membuat masyarakat berpenghasilan rendah tidak mampu meningkatkan kualitas huniannya sehingga membentuk permukiman kumuh,” beber Hendi seperti dikutip laman Internet Pemkot Semarang, Selasa.

Hendi menambahkan di beberapa permukiman kumuh di Semarang juga belum tersedia fasilitas jamban. Maka dari itu, Pemkot Semarang pun memprioritaskan pembangunan jamban sesuai standar kesehatan di permukiman-permukiman kumuh.

“Agustus ini serentak kami akan merehabilitasi 1.162 rumah dengan rincian 400 unit [dana] diambilkan dari DAK, 512 unit dari APBD Kota Semarang, dan 250 unit dari Bansos Provinsi Jateng. Masing-masing unit dianggarkan dana sebesar Rp15 juta [untuk perbaikan],” tutur Hendi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…