Warga Dukuh Trenceng, Desa Mrican, Kecamatan Jenangan, Ponorogo, menyelenggarakan syukuran dengan makan bersama setelah sumur dalam di dukuh tersebut mulai difungsikan, Selasa (1/8/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com) Warga Dukuh Trenceng, Desa Mrican, Kecamatan Jenangan, Ponorogo, menyelenggarakan syukuran dengan makan bersama setelah sumur dalam di dukuh tersebut mulai difungsikan, Selasa (1/8/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Rabu, 2 Agustus 2017 15:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

KEKERINGAN PONOROGO
Berkat Sumur Dalam, Warga Trenceng Tak Lagi Takut Kekurangan Air

Kekeringan Ponorogo, warga Dukuh Trenceng bersyukur setelah sumur dalam selesai dibangun dan bisa difungsikan.

Solopos.com, PONOROGO — Warga Dukuh Trenceng, Desa Mrican, Kecamatan Jenangan, Ponorogo, akhirnya bisa tersenyum lega dan tidak perlu khawatir kekurangan air pada saat musim kemarau. Hal ini setelah warga setempat mendapat bantuan berupa sumur dalam dari berbagai lembaga sosial.

Wajah warga Dukuh Trenceng terlihat semringah saat pembangunan sumur dalam selesai dan sudah bisa digunakan. Mereka pun menggelar tumpengan sebagai wujud rasa syukur karena telah diberi bantuan berupa pembuatan sumur dalam. Sumur dalam ini diprediksi bisa memenuhi kebutuhan air bersih di dukuh tersebut.

Sekitar 30 warga berkumpul di halaman salah satu rumah warga, Selasa (1/8/2017) sore. Warga telah menyiapkan sajian makan berupa nasi tumpeng, ingkung, dan berbagai sayuran. Setelah doa dibacakan, kemudian warga makan bersama.

Seorang warga Dukuh Trenceng, Saryono, 50, mengatakan sangat senang dengan adanya bantuan pembuatan sumur dalam itu. Sumur tersebut akan menjadi sumber kehidupan baru bagi masyarakat dusun setempat.

Dia mengaku kekeringan sudah menjadi bencana musiman yang dialami warga setempat sejak belasan tahun lalu. Saat musim kemarau, warga harus berjalan kaki sepanjang 10 km untuk mendapat sumber air di tengah hutan. Warga biasanya membawa jeriken untuk membawa air dari sumber menuju ke rumah.

“Biasanya ke sumber air itu sekalian mencuci pakaian dan membawa jeriken untuk membawa air bersih dan dibawa ke rumah,” ujar dia.

Pria yang bekerja sebagai petani ini menuturkan sumur dalam ini merupakan jawaban dari kesulitan warga Dukuh Trenceng saat musim kemarau. Dia berharap kesulitan air yang dialami warga dusun setempat tidak lagi terjadi setelah sumur dalam ini berfungsi.

Warga lainnya, Poniyem, mengatakan sangat senang dengan adanya pembangunan sumur dalam ini. Harapannya, sumur itu mampu memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga di Dikuh Trenceng.

Sebagai ungkapan syukur, kata dia, warga setempat iuran dan kemudian uang tersebut digunakan untuk membuat berbagai sajian. “Ini tadi pagi warga bersama-sama memasak. Untuk bahan-bahan makanannya ada yang mengambil dari ladang dan ada yang membeli di pasar,” terang dia.

Poniyem berharap sumur dalam ini bisa dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Sehingga pada saat musim kemarau, warga tidak kesulitan untuk mendapat air bersih lagi.

lowongan pekerjaan
PT SAKA JAYA ENGGAL CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…